Jarang Gerak dan Banyak Makan, Waspadai Risiko Osteoporosis

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:30 WIB
Jarang Gerak dan Banyak Makan, Waspadai Risiko Osteoporosis
Ilustrasi jarang gerak dan banyak makan. (Shutterstock)

Suara.com - Sejak tahun lalu, pandemi Covid-19 memaksa banyak orang lebih sering beraktivitas di dalam rumah. Kondisi itu mungkin telah mengubah kebiasaan sejumlah orang jadi jarang aktivitas fisik tapi lebih banyak makan.

Dokter mengingatkan, perubahan pola hidup seperti itu tidak sehat bagi tubuh dan berisiko mempercepat terjadinya osteoporosis.

"Jelas itu meningkatkan risiko osteoporosis dan fraktur (patah tulang) karena perubahan pola makan dan juga perubahan aktivitas," kata Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dr. Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR., dalam webinar Hari Osteoporosis Sedunia, Selasa (19/10/2021).

Meski wabah Covid-19 masih terjadi, dokter Bagus mengingatkan kalau bergerak aktif harus tetap dilakukan meski hanya di dalam rumah. Melakukan latihan sederhana seperti jalan di tempat, pushup, maupun ikut senam secara virtual masih bisa dilakukan dalam ruangan terbatas. 

Kerangka manusia, tulang, osteoporosis (Pixabay/PublicDomainPictures)
Kerangka manusia, tulang, osteoporosis (Pixabay/PublicDomainPictures)

Seseorang yang sudah mengalami osteoporosis akan lebih mudah alami fraktur. Oleh sebab itu, dokter Bagus ingatkan bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko osteoporosis untuk bisa menjaga kepadatan tulang dengan menjalankan pola hidup lebih sehat.

"Kita harus memahami faktor risikonya dulu, apakah kita berusia rentan, pola makan juga, bagaimana aktivitas kita, faktor keluarga. Kalau itu ada, kita memiliki faktor risiko osteoporosis. Segera konsultasi ke dokter, untuk memastikannya memang harus dilakukan pemeriksaan kepadatan tulang," jelasnya.

Kerap identik dengan penyakit lansia, dokter Bagus mengingatkan kalau pengeroposan tulang bisa terjadi sebelum mencapai usia lanjut atau di atas 65 tahun. Pada saat lansia, jika sudah didiagnosis osteoporosis justru terlambat untuk memperbaikinya. Sehingga yang bisa dilakukan menjaga agar tidak terjadi patah tulang.

Ia juga mengingatkan, sebagai tindakan pencegahan osteoporosis bisa dilakukan tes kepadatan tulang secara berkala. Terutama bagi yang sudah mendekati usia lanjut. Cara paling sederhana dan bisa dilakukan sendiri dengan mengukur tinggi badan.

"Mengukur tinggi badan setiap tahun, kita perlu tahu apakah menurun tinggi badannya. Kalau menurun, itu tanda awal dari osteoporosis. Kemudian segera pemeriksakan kepadatan tulang ke dokter," sarannya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Pengeroposan Tulang dengan Latihan STRONG Nation

Cegah Pengeroposan Tulang dengan Latihan STRONG Nation

Health | Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:54 WIB

Osteoporosis Bukan Penyakit Lansia, Pencegahannya Harus Sejak Usia Muda

Osteoporosis Bukan Penyakit Lansia, Pencegahannya Harus Sejak Usia Muda

Health | Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:42 WIB

Perempuan Menikah Usia 30-an Berisiko Alami Osteoporosis saat Hamil dan Menyusui

Perempuan Menikah Usia 30-an Berisiko Alami Osteoporosis saat Hamil dan Menyusui

Health | Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:45 WIB

Terkini

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Tak Terbendung di Asia, Giliran Melbourne Victory jadi Korban Keganasan Persib Bandung

Tak Terbendung di Asia, Giliran Melbourne Victory jadi Korban Keganasan Persib Bandung

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

×