alexametrics

Kasus Covid-19 Terlama, Seorang Penyintas Kanker Terinfeksi Virus Corona Hampir Setahun

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Kasus Covid-19 Terlama, Seorang Penyintas Kanker Terinfeksi Virus Corona Hampir Setahun
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Hal ini terjadi karena pasien ini memiliki sistem kekebalan terganggu.

Suara.com - Seorang penyintas kanker terinfeksi virus corona selama hampir satu tahun, atau lebih tepatnya 355 hari. Menurut laporan, ini adalah kasus Covid-19 terlama yang pernah dilaporkan.

Wanita berusia 47 tahun ini pertama kali dirawat di rumah sakit karena Covid-19 pada musim semi 2020 di National Institutes of Health (NIH), Maryland.

Setelah dilacak melalui tes Covid-19, wanita ini mengalami infeksi berulang dan gejalanya masih ada hingga membutuhkan oksigen tambahan di rumah.

Menurut laporan Live Science, meski tes Covid-19 sang wanita menunjukkan positif, tetapi tingkat virus di dalam tubuhnya hampir tidak terdeteksi selama berbulan-bulan setelah infeksi awal.

Baca Juga: Daftar Zodiak Terbanyak yang Sudah Vaksinasi Covid-19 Lengkap: Scorpio Paling Buncit

Kemudian, pada Maret 2021, tingkat virusnya melonjak lagi.

Ilustrasi pasien Covid-19. [Istimewa]
Ilustrasi pasien Covid-19. [Istimewa]

Peneliti pun mengumpulkan genom virus dari kedua waktu infeksi, kemudian membandingkannya. Hasilnya, sang wanita memang terinfeksi virus yang sama.

Artinya, sang wanita tidak terinfeksi ulang. Tetapi virus menetap di dalam tubuhnya selama hampir satu tahun.

SARS-CoV-2 memang bisa bertahan begitu lama di tubuh orang dengan sistem kekebalan terganggu, seperti pada kasus penyintas kanker limfoma ini.

Tiga tahun lalu, sang wanita mendapat pengobatan terapi sel T CAR untuk kanker limfomanya. Perawatan ini melemahkan sistem kekebalan dengan menghabiskan sebagian besar sel B-nya (sel pembentuk antibodi).

Baca Juga: Meski Pandemi Covid-19, Penjualan Mobil di Badung Bali Justru Semakin Meningkat

Kasus Covid-19 terlama ini ditulis dan terbit sebagai pracetak di medRxiv, tetapi belum ditenjau oleh rekan sejawat.

Berdasarkan penulis laporan kasus ini, yakni seorang ahli virologi molekuler di NIH Elodie Ghedin, infeksi kronis Covid-19 jarang terjadi.

Tetapi hal ini dapat menyebabkan varian virus corona baru karena patogen memiliki lebih banyak waktu dan ruang untuk berkembang di dalam tubuh dengan sistem kekebalan yang lemah.

Setelah menjalani perawatan, akhirnya wanita ini sembuh dan sudah dites negatif sejak April 2021 lalu.

Komentar