Olahraga Sangat Bagus untuk Penderita Depresi, Studi Menunjukkan

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 12:30 WIB
Olahraga Sangat Bagus untuk Penderita Depresi, Studi Menunjukkan
Ilustrasi orang yang sedang depresi. (Unsplash/Engin Akyurt)

Suara.com - Manfaat olahraga untuk pengobatan depresi telah dibuktikan berkali-kali selama bertahun-tahun. Tetapi mekanisme di balik perawatan ini masih misterius.

Berangkat dari masalah itu, sekelompok peneliti mencari tahu bagaimana olahraga memiliki efek yang sangat bagus pada penderita depresi. Studi mereka diterbitkan di Frontiers of Psychiatry.

Dalam studi ini, lapor Psychology Today, olahraga meningkatkan neuroplastisitas pada penderita depresi. Neuroplastisitas merupakan kemampuan otak dalam melakukan perubahan dan adaptasi ketika ada koneksi baru dalam saraf.

Obat antidepresan diyakini mengatasi depresi dengan meningkatkan neuroplastisitas. Perawatan stimulasi otak baru, seperti stimulasi magnetik transkranial berulang (RTMS), tampaknya memiliki efek yang sama.

Studi tentang hubungan neuroplastisitas dan depresi

Ilustrasi depresi. [Unsplash]
Ilustrasi depresi. [Unsplash]

Penelitian ini dilakukan pada 41 penderita depresi yang pernah dirawat di rumah sakit. Setelah cukup pulih, mereka menjadi peserta studi ini.

Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok harus berolahraga selama tiga hari dalam seminggu, sementara kelompok lainnya hanya memainkan permainan logika dan deduksi selama tiga hari dalam seminggu. Total penelitian ini adalah tiga minggu.

Di akhir penelitian, kelompok yang berolahraga memiliki skor depresi jauh lebih rendah daripada kelompok permainan, yang tidak banyak menggerakkan tubuh.

Selain itu, aktivitas neuroplastisitas kelompok olahraga meningkat. Peserta dengan depresi membaik mengalami peningkatakan aktivitas neuroplastisitas, yang diukur dengan paired-association stimulation effect (PAS effect).

Dari hasil tersebut, penulis studi mengatakan bahwa olahraga memodulasi neurotransmitter, dan meningkatkan pelepasan protein neurotropik seperti BDNF di otak. Jadi, mereka menyarankan program olahraga dimasukkan ke dalam pengobatan depresi.

Penelitian ini membuktikan bahwa olahraga tidak hanya baik untuk tubuh, tetapi juga bagus untuk otak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Dikira Sama, Ini Beda Tanda Umum Stres dan Depresi

Sering Dikira Sama, Ini Beda Tanda Umum Stres dan Depresi

Jogja | Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:45 WIB

Makan Jamur Bisa Turunkan Risiko Depresi, Ini Temuan Peneliti

Makan Jamur Bisa Turunkan Risiko Depresi, Ini Temuan Peneliti

Health | Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Jalan Kaki di Tol Sedyatmo hingga Tewas Tertabrak Taksi Online, Linda Diduga Depresi

Jalan Kaki di Tol Sedyatmo hingga Tewas Tertabrak Taksi Online, Linda Diduga Depresi

News | Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:58 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB