alexametrics

Selama Sekolah Daring, Anak Jadi Lebih Terbebani Tuntutan Akademik

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar
Selama Sekolah Daring, Anak Jadi Lebih Terbebani Tuntutan Akademik
Ilustasi jenuh belajar daring (pexels)

Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak sekolah masih menerapkan kebijakan sekolah jarak jauh alias sekolah daring.

Suara.com - Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak sekolah masih menerapkan kebijakan sekolah jarak jauh alias sekolah daring.

Mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, sekolah daring tetap menjadi andalah, Hanya saja, sekolah daring disebut dapat membuat anak mengalami penurunan daya kreativitas.

Hal ini diungkap oleh psikolog sekaligus pemerhati anak Seto Mulyadi atau yang biasa akrab dipanggil Kak Seto. Ia mengatakan, tanpa disadari anak mengalami penurunan kreativitas selama sekolah daring.

Kata Kak Seto, ini bisa terjadi karena anak yang menjalani sekolah daring terbebani oleh tuntutan kurikulum. Sehingga pembelajaran hanya fokus pada nilai akademik dibanding nilai kreativitas.

Baca Juga: Wow! Efek di Rumah Terus Selama Pandemi, Konsumsi Beras di Magelang Naik 144 Ton

"Pada dasarnya semua anak itu kreatif. Tapi kadang kala tanpa disadari kreativitas mereka terpasung dan terbungkam. Di mana ini terjadi karena tuntutan akademik dalam situasi normal. Padahal situasi nya bisa berbeda," ungkapnya dalam acara Adaptasi Anak Demi Sukses Pendidikan Tatap Muka, Selasa (26/10/2021).

Kak Seto melanjutkan, seharusnya selama sekolah daring anak jangan banyak dituntut oleh orangtua dan sekolah.

Ia juga mengimbau agar sekolah membuka ruang kreativitas bagi siswa agar anak mengalami peningkatan kemampuan kreativitas mereka.

Itu bisa dilakukan mulai dari membuat video, menciptakan lagu, membuat puisi, membuat lukisan, atau ide lain yang masih terkait dengan pendidikan, etika, estetika, nasionalisme, dan kesehatan.

"Dengan cara demikian, mudah-mudahan anak di rumah tetap asyik dalam belajar. Tapi tetap ada panduan dari guru, dan tidak terlalu kaku, dan tetap membuka ruang kreativitas," jelas Kak Seto.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di ASEAN Turun 14 Persen, Jokowi: Ada Harapan Baru

"Siapa tahu ini bisa menjadi bagian dari problem solving, ketika anak masih menjalani belajar dari rumah saja," pungkasnya.

Komentar