alexametrics

Update Covid-19 Global: Kasus Meningkat 100 Persen dalam Sepekan, China Lockdown Lagi

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Update Covid-19 Global: Kasus Meningkat 100 Persen dalam Sepekan, China Lockdown Lagi
Ilustrasi update COVID-19 - (Pixabay/thedarknut)

Update Covid-19 global di seluruh dunia kini lebih dari 245,25 juta, setelah bertambah 420.270 kasus dalam 24 jam terakhir.

Suara.com - Update Covid-19 global di seluruh dunia kini lebih dari 245,25 juta, setelah bertambah 420.270 kasus dalam 24 jam terakhir.

Angka kematian juga bertambah 7.408 jiwa dalam sehari. Akibatnya total menjafi 4,97 juta jiwa. Data pada situs worldometers per Rabu (27/10) pukul 07.00 WIB.

Kasus baru paling banyak dilaporkan Amerika Serikat (67.323 kasus), Inggris (40.954 kasus), dan Rusia (36.466 kasus). Selebihnya, kebanyakan negara lain melaporkan kasus baru kurang dari 30 ribu.

Sementara kematian harian paling banyak terjadi di Amerika Serikat dan Rusia. Kedua negara itu sama-sama melaporkan lebih dari seribu orang meninggal dalam sehari akibat terinfeksi Covid-19.

Baca Juga: Info Vaksin Surabaya 27 Oktober 2021, Ada Gebyar Vaksin di Puskesmas Mojo

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Kabar terbaru dari China, negara pertama yang alami wabah Covid-19, kembali berlakukan lockdown ketat di sejumlah daerah akibat lonjakan kasus. Dalam sepekan terakhir, kasus baru di China meningkat hingga 104 persen. Dari 123 kasus menjadi 251 kasus dalam sepekan.

China berlakukan lockdown, salah satunya di Lanzhou, Beijing, rumah bagi 4 juta penduduk, mulai Selasa (26/10). Masyarakat diminta untuk tidak meninggalkan rumah kecuali dalam keadaan darurat. Langkah itu dilakukan untuk mencegah adanya kluster baru Covid-19.

Pembatasan baru itu diterapkan setelah China melaporkan 29 infeksi baru domestik, termasuk enam kasus di Lanzhou.

China memang tengah berupaya keras untuk memastikan nol kasus Covid-19.

Selama masa penguncian, penduduk kota akan diminta untuk tinggal di rumah, kata pihak berwenang dalam sebuah pernyataan. Selain itu, masuk dan keluarnya penduduk ke wilayah akan dikontrol secara ketat dan terbatas pada perjalanan untuk persediaan penting atau perawatan medis.

Baca Juga: Ngeri! Rusia Catat Angka Kematian COVID-19 Tertinggi

Layanan bus dan taksi telah dihentikan di kota tersebut. Media pemerintah setempat melaporkan bahwa stasiun Lanzhou telah menangguhkan lebih dari 70 kereta api, termasuk pada rute-rute utama ke kota-kota besar seperti Beijing dan Xi'an.

Komentar