alexametrics

Kasus Flu Burung di Cina Meningkat, Para Ahli Khawatir Bisa Menjadi Lebih Ganas

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Kasus Flu Burung di Cina Meningkat, Para Ahli Khawatir Bisa Menjadi Lebih Ganas
Ilustrasi peternakan ayam. (Antara/Seno)

Ahli menduga strain virus flu yang beredar sebelumnya telah bermutasi.

Suara.com - Para ahli Cina sedang khawatir dengan peningkatan jumlah orang yang terinfeksi flu burung tahun ini.

Mereka menduga strain virus flu yang beredar sebelumnya telah bermutasi dan kemungkinan lebih menular ke manusia.

Cina telah melaporkan 21 infeksi flu burung pada manusia dengan subtipe H5N6 ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun ini, lapor Asia One.

Meski jumlah kasusnya lebih rendah dari ratusan orang yang terinfeksi H7N9 pada 2017 lalu, infeksi kali ini serius. Bahkan, beberapa orang kritis dan sebanyak enam orang meninggal.

Baca Juga: Peneliti: Kehilangan Ingatan Bisa Jadi Efek Samping Virus Corona Covid-19

"Peningkatan kasus di China tahun ini mengkhawatirkan. Ini adalah virus yang menyebabkan kematian tinggi," tutur profesor patologi komparatif Thijs Kuiken dari Erasmus University Medical Center, Rotterdam.

Peternakan ayam di Indonesia harus ada biosecurity. (Panyahatan siregar / Shutterstock.com)
Ilustrasi peternakan unggas (Panyahatan siregar / Shutterstock.com)

WHO telah memeriksa kasus ini dan sebagian besar kasus terjadi akibat kontak langsung dengan unggas dan tidak ada penularan antara manusia yang dikonfirmasi.

Para ahli mendorong adanya penyelidikan lebih lanjut untuk memahami risiko dan peningkatan kasus di antara manusia.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina (CDC) belum memberikan pernyataan apa pun terkait kasus ini.

Tetapi berdasarkan studi mereka yang terbit bulan lalu mengatakan peningkatan keragaman genetik dan penyebaran virus flu burung H5N6 secara geografis menimbulkan ancaman serius bagi industri unggas dan kesehatan manusia.

Baca Juga: Cegah Risiko Penyakit akibat Kuman dan Virus dengan Antiseptik Lotion

Virus flu burung terus-menerus beredar di antara unggas, tetapi jarang menginfeksi manusia.

Namun, akibat mutasi virus yang semakin meningkat seiring oertumbuhan populasi unggas bisa mejadi perhatian utama karena ini bisa berubah menjadi virus yang menyebar di antara manusia dan menyebabkan pandemi.

Komentar