Peneliti: Kehilangan Ingatan Bisa Jadi Efek Samping Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 27 Oktober 2021 | 12:30 WIB
Peneliti: Kehilangan Ingatan Bisa Jadi Efek Samping Virus Corona Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Para peneliti menemukan kehilangan ingatan atau memori dan kabut otak bisa menjadi efek samping infeksi virus corona Covid-19 dalam jangka panjang.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open, para ahli sistem kesehatan Gunung Sinai menganalisis data dari 740 peserta yang beberapa di antara telah tertular virus corona Covid-19 dan beberapa lainnya belum perna tetapi sudah suntik vaksin Covid-19.

Usia rata-rata pasien yang tidak memiliki riwayat demensia adalah 49 tahun dan 63 persen adalah perempuan. Selain itu, rata-rata mereka didiagnosis virus corona Covid-19 hampir 8 bulan dan mayoritas adalah orang kulit putih.

Kemudian, tim peneliti menganalisis data pasien dari April 2020 hingga Mei 2021 untuk mengukur prevalensi gangguan kognitif pasca-Covid-19 dan hubungannya dengan tingkat keparahan penyakit.

Para peneliti juga memperhitung faktor demografis semua pasien virus corona Covid-19, baik pasien yang rawat jalan, pasien di unit gawat darurat dan rawat inap di rumah sakit.

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Mereka juga menguji fungsi kognitif pasien menggunakan ukuran neuropsikologis yang divalidasi dengan baik, termasuk menghitung maju dan muncur, tes bahasa dan tes pembelajaran verbal Hopkins yang menunjukkan pasien serangkaian kata dalam kategori berbeda dan seberapa banyak yang mereka ingat.

Selanjutnya, para peneliti menghitung frekuensi gangguan kognitif menggunakan regresi logistik. Cara ini bertujuan menilai hubungan antara gangguan kognitif dan tempat perawatan pasien virus corona Covid-19, dengan menyesuaikan ras dan etnis, kebiasaan merokok, indeks massa tubuh, komorbiditas dan depresi.

Secara keseluruhan dilansir dari Fox News, mereka menemukan bahwa defisit kognitif yang paling menonjol terjadi pada pengkodean memori dan ingatan, yang masing-masing terjadi pada 24 persen dan 23 persen peserta.

Pasien rawat inap cenderung memiliki gangguan dalam perhatian, fungsi eksekutif, kefasihan kategori, pengkodean memori dan daya ingat dibandingkan dengan pasien rawat jalan.

baca juga

Sedangkan, pasien yang menjalani perawatan di unit gawat darurat juga lebih mungkin mengalami gangguan kefasihan kategori dan pengkodean memori daripada mereka yang menjalani rawat jalan.

"Pengenalan memori dalam konteks gangguan pengkodean dan ingatan menunjukkan pola eksekutif. Pola ini konsisten dengan laporan awal yang menggambarkan FFCOVID-19 dan memiliki implikasi yang cukup besar pada aktivitas harian, psikologis dan fungsional," kata para peneliti.

Kelompok tersebut juga mencatat bahwa orang dewasa yang lebih tua dan populasi tertentu mungkin sangat rentan terhadap gangguan kognitif setelah infeksi virus corona parah.

Bahkan, sebagian besar dalam kelompok yang relatif muda dalam penelitian ini menunjukkan disfungsi kognitif beberapa bulan setelah pulih dari virus corona.

Para peneliti mengatakan bahwa studi lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor risiko, mekanisme yang mendasari disfungsi kognitif dan pilihan untuk rehabilitasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Studi Ungkap Penyintas Covid-19 Usia 40 Tahun Berisiko Kehilangan Ingatan

Waduh! Studi Ungkap Penyintas Covid-19 Usia 40 Tahun Berisiko Kehilangan Ingatan

Health | Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:27 WIB

Bukti Baru bahwa Virus Corona Menyerang Otak: Kematian Sel & Penyumbatan Aliran Darah

Bukti Baru bahwa Virus Corona Menyerang Otak: Kematian Sel & Penyumbatan Aliran Darah

Health | Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:20 WIB

Ilmuwan Mengimbau Pentingnya Perawatan Long Covid-19, Dinilai Sangat Melemahkan

Ilmuwan Mengimbau Pentingnya Perawatan Long Covid-19, Dinilai Sangat Melemahkan

Health | Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:50 WIB

Terkini

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:33 WIB

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

×