alexametrics

Peneliti Menemukan Manfaat Olahraga pada Pasien Kanker Anus, Bikin Tumor Cepat Hilang!

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah
Peneliti Menemukan Manfaat Olahraga pada Pasien Kanker Anus, Bikin Tumor Cepat Hilang!
Ilustrasi olahraga (Shutterstock)

Studi ini menunjukkan pasien kanker anus yang berolahraga sambil menjalani terapi radiasi sebelum operasi lebih mungkin tumor akan hilang.

Suara.com - Sebuah studi dari University of Alberta membuktikan bahwa olahraga lebih dari sekadar intervensi perawatan pendukung.

Studi ini menunjukkan bahwa pasien kanker anus yang berolahraga sambil menjalani terapi radiasi sebelum operasi lebih mungkin tumor akan hilang.

"Studi ini berubah untuk menentukan kelayakan olahraga pada pasien kanker anus selama neoadjuvant chemoradiotherapy dan yang pertama memberikan bukti kemanjuran olahraga," kata peneliti kanker Kerry Courneya, yang juga anggota Cancer Research Institute of Northern Alberta.

Courneya menjelaskan bahwa kebanyakan pasien kanker anus akan menjalani terapi kemoradiasi dengan tujuan mengecilkan tumor sebelum operasi.

Baca Juga: 4 Manfaat Olahraga di Malam Hari, Bikin Hati Lebih Bahagia hingga Cegah Insomnia

"Mengecilkan tumor memberi dokter kesempatan untuk mengangkat tumor melalui pembedahan tanpa menyebabkan masalah serius pada pasien," sambungnya, lansir Medical Xpress.

Ilustrasi Olahraga di Rumah. (freepik)
Ilustrasi Olahraga (freepik)

Studi sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan vaskularisasi tumor, aliran darah ke tumor, dan oksigenasi tumor. Semua ini membantu meningkatkan efektivitas perawatan seperti terapi radiasi.

"Namun, tidak ada penelitian yang mencari tahu apakah olahraga dapat membantu terapo kemoradiasi untuk mengecilkan tumor secara lebih efektif," lanjutnya.

Setelah melakukan analisis terhadap para pasien kanker anus, peneliti menemukan bahwa 56% kelompok pasien yang berolahraga menunjukkan hasil tumor yang hilang dengan terapi kemoradiasi dibanding 18% kelompok tidak berolahraga.

Saat ini, olahraga memang dianggap sebagai intervensi perawatan pendukung untuk membantu pasien merasa lebih baik dan untuk mempertahankan kualitas hidup. Tetapi belum dimasukkan ke implikasi pengobatan.

Baca Juga: Kena Osteoporosis, Ini Olahraga untuk Lansia yang Dianjurkan oleh Dokter

"Sekarang, kami mulai bertanya apakah olahraga benar-benar dapat membantu pengobatan kanker dan memberi hasil yang lebih baik bagi pasien dalam hal kelangsungan hidup, ekmungkinan kekambuhan, dan respons tumor yang lebih baik terhadap pengobatan," tandasnya.

Komentar