Studi: Covid-19 Berisiko Picu Masalah Neurologis, Termasuk Bell's Palsy

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:23 WIB
Studi: Covid-19 Berisiko Picu Masalah Neurologis, Termasuk Bell's Palsy
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Suara.com - Sebuah studi baru menemukan bahwa terinfeksi virus corona Covid-19 bisa menimbulkan risiko yang lebih besar dan komplikasi neurologis langka, termasuk Bell's palsy, sindrom Guillain-Barre, dan stroke hemoragik.

Menurut penelitian, risiko seseorang menderita masalah neurologis langka akibat virus corona Covid-19 ini jauh lebih tinggi dibandingkan risiko suntik vaksin Covid-19.

Sebelumnya, penelitian menunjukkan bahwa orang yang suntik vaksin AstraZeneca memiliki risiko tinggi terkena Bell's palsy dan sindrom Guillain-Barre dalam 28 hari setelah menerima dosis pertama. Sedangkan, orang yang suntik vaksin Pfizer berisiko tinggi terkena stroke hemoragik.

Para peneliti menemukan bahwa kedua vaksin Covid-19 itu bisa mengakibatkan peningkatan komplikasi neurologis tertentu setelah pemberian dosis pertama maupun dosis kedua.

Tapi, penelitian baru menunjukkan bahwa infeksi virus corona Covid-19 justru menyebabkan risiko yang lebih tinggi bagi seseorang mengembangkan masalah neurologis.

Ilustrasi virus corona Covid-19, virus corona (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19, virus corona (Pixabay/mohamed_hassan)

Penulis utama studi dan ahli statistik medis, Martina Patone, menemukan risiko berbeda untuk berbagai jenis kondisi neurologis, tergantung pada vaksin Covid-19 yang diterima setiap orang.

"Tapi, risiko masalah neurologis akibat vaksin Covid-19 ini jauh lebih rendah daripada ketika seseorang terinfeksi virus corona Covid-19," kata Martina Patone dikutip dari Express.

Studi ini menilai risiko seseorang mengembangkan komplikasi neurologis dalam 28 hari setelah suntikan dosis pertama vaksin AstraZeneca dan Pfizer sekaligus 28 hari setelah seseorang dinyatakan positif virus corona Covid-19.

"Kami memperkirakan 145 kasus berlebih sindrom Guillain-Barre per 10 juta orang dalam 28 hari setelah terinfeksi virus corona Covid-19, dibandingkan dengan 38 per 10 juta untuk mereka yang menerima vaksin ChAdOx1nCoV-19 atau AstraZeneca," jelasnya.

baca juga

Bell's palsy adalah kelemahan sementara atau kurangnya gerakan di satu sisi wajah Anda. Menurut NHS, kebanyakan orang yang menderita masalah neurologis ini akan membaik kondisinya setelah 9 bulan.

Sindrom Guillain-Barre adalah kondisi neurologis serius dan langka yang mempengaruhi saraf, menyebabkan masalah seperti mati rasa, kelemahan dan nyeri. Sindrom ini dapat diobati dan kebanyakan orang yang terkena akhirnya sembuh total.

Sedangkan, stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di dalam tengkorak pecah dan berdarah di dalam atau di sekitar otak. Kondisi ini bisa tangani dengan obat-obatan atau pembedahan.

"Komplikasi neurologis ini sangat jarang terjadi, tetapi kesadaran atau kewaspadaan akan hal ini sangat penting untuk perawatan pasien selama program vaksinasi massal di seluruh dunia," kata dokter Lahiru Handunnetthi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkab Purbalingga Wacanakan Pelaksanaan Vaksinasi di Balai Desa

Pemkab Purbalingga Wacanakan Pelaksanaan Vaksinasi di Balai Desa

Jawa Tengah | Senin, 25 Oktober 2021 | 22:20 WIB

Studi CISDI: 27 Persen Masyarakat Masih Enggan divaksin Covid-19

Studi CISDI: 27 Persen Masyarakat Masih Enggan divaksin Covid-19

Health | Senin, 25 Oktober 2021 | 18:57 WIB

Virus Corona Ngamuk, Peneliti Inggris Teliti Sub-Varian Delta

Virus Corona Ngamuk, Peneliti Inggris Teliti Sub-Varian Delta

Health | Senin, 25 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Terkini

Salep Pure Paw Paw untuk Apa? Intip 5 Varian dan Manfaatnya, Bukan Cuma untuk Bibir

Salep Pure Paw Paw untuk Apa? Intip 5 Varian dan Manfaatnya, Bukan Cuma untuk Bibir

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Mengintip Redmi Note 17 Pro Max 5G: Bawa Baterai Jumbo, 100W HyperCharge, dan Bodi Tangguh

Mengintip Redmi Note 17 Pro Max 5G: Bawa Baterai Jumbo, 100W HyperCharge, dan Bodi Tangguh

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

×