Studi: Kombinasi Diet Tinggi Protein dan Puasa Membakar Lemak Lebih Banyak!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 05 November 2021 | 17:10 WIB
Studi: Kombinasi Diet Tinggi Protein dan Puasa Membakar Lemak Lebih Banyak!
Ilustrasi diet tinggi protein. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian baru menunjukkan makan makanan berprotein tinggi sepanjang hari dan berpuasa satu atau dua hari dalam seminggu dapat membantu membakar lemak lebih banyak. Sehingga, efektif dalam menurunkan berat badan secara signifikan.

Insider melaporkan penelitian ini dipresentasikan pada ObesityWeek® 2021, konferensi tahunan Obesity Society untuk peneliti dan dokter.

Peneliti dari Skidmore College di New York mempelajari 40 orang dewasa kelebihan berat badan. Selama 8 minggu mereka menjalani program penurunan berat badan.

Setengah dari peserta diberi pola makan makanan tinggi protein (minimal 25 hingga 35 gram) empat kali sehari. Mereka mengonsumsi suplemen, dan makanan tinggi protein seperti ayam, ikan, telur, yogurt, buncis, dan tahu.

Kelompok ini juga berpuasa sekali atau dua kali seminggu selama empat minggu pertama dan sekali seminggu pada sisa waktu penelitian.

Ilustrasi makanan sumber protein. (Elements Envato)
Ilustrasi makanan sumber protein. (Elements Envato)

Sementara peserta yang lain mengikuti pola makan untuk kesehatan jantung, yakni makan 1.200 hingga 1.500 kalori sehari, 20 hingga 30 gram serat, dan membatasi asupan lemak hingga di bawah 35% dari total kalori harian mereka.

Kedua kelompok sama-sama kehilangan berat badan, tetapi peserta kelompok protein dan puasa lebih banyak kehilangan berat badan.

Mereka juga lebih banyak kehilangan lemak tubuh, rerata 6% lebih banyak dari total massa lemak mereka dibanding peserta kelompok kedua, yang hanya fokus pada pengurangan kalori.

Selain itu, lebih banyak waktu puasa ternyata memiliki manfaat tambahan. Orang-orang yang menjalani puasa dua hari dalam seminggu kehilangan 27% lemak perut mereka pada akhir penelitian.

"Hasilnya menunjukkan manfaat metabolik dari puasa yang dikombinasikan dengan pola makan tinggi protein," tandas peneliti utama Paul Arciero, seorang profesor kesehatan di Skidmore College.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Berhasil Temukan Protein pada Virus Corona yang Bisa Merusak Pembuluh Darah

Ilmuwan Berhasil Temukan Protein pada Virus Corona yang Bisa Merusak Pembuluh Darah

Health | Kamis, 04 November 2021 | 08:56 WIB

Perempuan Ini Tak Bisa Konsumsi Protein Tinggi

Perempuan Ini Tak Bisa Konsumsi Protein Tinggi

Health | Selasa, 04 November 2014 | 20:30 WIB

Diet Protein Tinggi Bisa Turunkan Tekanan Darah

Diet Protein Tinggi Bisa Turunkan Tekanan Darah

Health | Selasa, 16 September 2014 | 14:12 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB