Cegah Kanker Serviks, Dokter Sarankan Vaksinasi HPV pada Anak Kelas 5 dan 6 SD

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 06 November 2021 | 14:23 WIB
Cegah Kanker Serviks, Dokter Sarankan Vaksinasi HPV pada Anak Kelas 5 dan 6 SD
Ilustrasi kanker serviks. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Kanker serviks atau kanker leher rahim dikenal sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam karena tidak bergejala. Itu sebabnya, dokter menyarankan vaksinasi HPV dilakukan pada anak remaja usia sekolah.

Menurut dr. Andi Dharma Putra, Sp.OG, vaksin human papillomavirus atau vaksin HPV bisa mencegah infeksi virus HPV bereplikasi, yang jadi penyebab utama kanker serviks.

"Terlebih, usia produktif merupakan usia yang rentan terinfeksi oleh virus HPV, terutama HPV tipe 16 dan tipe 18 yang dapat mengakibatkan kanker serviks," ujar dr. Andi dalam acara diskusi KICKS, Sabtu (5/11/2021).

Seperti diketahui, virus HPV bisa masuk ke tubuh dan rahim, salah satunya melalui hubungan seksual.

Berdasarkan rekomendasi Satgas Imunisasi Anak dan Satgas Imunisasi Dewasa, sebaiknya vaksin HPV bisa mulai diberikan saat anak berusia 9 tahun hingga 55 tahun.

Meski rentang usia vaksinasi HPV bisa dilakukan hingga usia 55 tahun, tapi semakin awal vaksinasi HPV diberikan, akan semakin baik karena bisa memberikan perlindungan pada perempuan dari kanker serviks.

"Segera mencari informasi mengenai kanker serviks dan pencegahannya melalui vaksinasi HPV dengan mengikutsertakan anak-anaknya imunisasi di sekolah," jelas dr. Andi.

Meski belum jadi program nasional, di beberapa daerah di Indonesia, vaksinasi HPV sudah menjadi program imunisasi wajib, terhadap anak sekolah kelas 5 dan 6 SD, diberikan dua dosis vaksin, dengan masing-masing dosis diberikan dalam rentang waktu satu tahun.

Vaksinasi HPV juga sejalan dengan strategi global WHO untuk mengeliminasi kanker serviks, dengan mencakup
hingga 90 persen vaksinasi HPV, 70 persen cakupan skrining, dan 90 persen akses ke pengobatan terkait di semua negara.

baca juga

Selain itu, vaksinasi HPV tidak hanya mencegah bahaya kanker serviks, tetapi juga penyakit terkait HPV lainnya, seperti beberapa penyakit kulit dan kelamin pada pria.

Perlu diketahui, menurut data Globocan 2020, angka kanker serviks di Indonesia meningkat hampir 15 persen dibandingkan pada tahun 2018 dengan jumlah kasus 36.633, dan membunuh 57 perempuan Indonesia setiap harinya.

Sehingga jika kita tidak segera bertindak, kematian akibat kanker serviks akan meningkat hampir 50 persen pada tahun 2030.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris Berhasil Cegah 87 Persen Kasus Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Inggris Berhasil Cegah 87 Persen Kasus Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Health | Jum'at, 05 November 2021 | 14:53 WIB

Penelitian Inggris Ini Membuktikan Vaksin HPV Bisa Menurunkan Risiko Kanker Serviks

Penelitian Inggris Ini Membuktikan Vaksin HPV Bisa Menurunkan Risiko Kanker Serviks

Health | Kamis, 04 November 2021 | 18:54 WIB

Warna Darah Menstruasi Seperti Ini, Waspadai Tanda Penyakit Berbahaya

Warna Darah Menstruasi Seperti Ini, Waspadai Tanda Penyakit Berbahaya

Health | Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:15 WIB

Terkini

MSCI Pertimbangkan Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

MSCI Pertimbangkan Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Kecepatan 5G XL Naik 263 Persen, Layanan Ultra 5G+ Kini Hadir di Solo dan Yogyakarta

Kecepatan 5G XL Naik 263 Persen, Layanan Ultra 5G+ Kini Hadir di Solo dan Yogyakarta

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:04 WIB

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

×