Bidan Sarankan Ibu Hamil Pijat Perineum Jelang Persalinan, Ini Manfaatnya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 07 November 2021 | 17:08 WIB
Bidan Sarankan Ibu Hamil Pijat Perineum Jelang Persalinan, Ini Manfaatnya!
Ilustrasi Ibu Hamil. (Pixabay/Cparks)

Suara.com - Seorang bidan, Marley Hall, menyarankan ibu hamil untuk melakukan pijat perineum, setidaknya sekitar usia kehamilan 34 minggu. Menurut Marley Hall, pijat perineum bisa sangat bermanfaat menjelang kelahiran.

Pijat perineum ini dilakukan dengan cara memijat area kulit perineum, yakni antara lubang vagina dan anus. Pijatan ini bertujuan memberikan perhatian khusus pada area tersebut, sehingga lebih banyak darah mengalir ke jaringan perineum agar merenggang lebih mudah.

Jika perineum tidak dipijat menjelang waktu kelahiran, maka robekan perineum akan lebih mudah terjadi. Robekan itu membutuhkan jahitan yang bisa memperpanjang waktu pemulihan setelah melahirkan.

"Selain mengurangi risiko trauma, pijatan perineum ini membantu proses kelahiran pada tahap kedua, di mana kepala bayi keluar dengan lembut," kata Marley Hall dikutip dari Express.

Bagi beberapa wanita, robekan perineum bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang. Marley Hall mendorong ibu hamil melakukan pijat perineum tidak hanya untuk mengurangi risiko robek, tetapi juga membantu proses penyembuhan.

Ilustrasi ibu hamil. (Pixabay//Free-Photos)
Ilustrasi ibu hamil. (Pixabay//Free-Photos)

Bila perineum ini tidak robek ketika melahirkan, Anda akan lebih leluasa ketika duduk dan bergerak setelah melahirkan hingga beberapa Minggu berikutnya.

Menurut Marley Hall, banyak bidan telah merekomendasikan pijat perineum pada ibu hamil menjelang persalinan. Latihan ini sangat penting dilakukan sebelum kelahiran untuk mengurangi risiko trauma perineum.

Adapun waktu yang paling tepat untuk melakukan pijat perineum pada ibu hamil adalah setelah mandi. Pijatan ini akan membantu pembuluh darah melebar, sehingga membuat perineum lebih nyaman untuk disentuh.

Jika perineum Anda orbek ketika melahirkan, kondisi ini mungkin akan mempengaruhi otot-otot perineum dan membutuhkan jahitan. Robekan yang lebih luas mungkin juga bisa terjadi hingga membutuhkan jahitan, tetapi waktu penyembuhannya bisa memakan waktu 3 bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Ibu Hamil dan Menyusui Merespons Dosis Pertama Vaksin Covid-19 Lebih Lambat

Studi: Ibu Hamil dan Menyusui Merespons Dosis Pertama Vaksin Covid-19 Lebih Lambat

Health | Kamis, 04 November 2021 | 14:56 WIB

WHO Desak Pembuatan Vaksin untuk Melawan Bakteri Streptococcus pada Ibu Hamil

WHO Desak Pembuatan Vaksin untuk Melawan Bakteri Streptococcus pada Ibu Hamil

Health | Rabu, 03 November 2021 | 16:09 WIB

Dari Kondisi Fisik hingga Kehamilan, Ini Tanda Bumil Bakal Melahirkan secara Caesar

Dari Kondisi Fisik hingga Kehamilan, Ini Tanda Bumil Bakal Melahirkan secara Caesar

Jogja | Selasa, 02 November 2021 | 23:47 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB