Kemungkinan Besar Virus Corona Covid-19 akan Menjadi Endemik, Apa Artinya?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 06 November 2021 | 16:00 WIB
Kemungkinan Besar Virus Corona Covid-19 akan Menjadi Endemik, Apa Artinya?
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Suara.com - Banyak orang berharap virus corona Covid-19 segera hilang sehingga kehidupan dapat kembali seperti sebelum wabah menyebar ke seluruh dunia. Tetapi, apakah virus pandemi akan benar-benar hilang?

Terdapat dua kondisi, lapor The Conversation. Ada virus yang dianggap punah, tetapi ada juga yang menetap namun kasusnya menjadi stabil.

Misalnya saja SARS-CoV, virus corona penyebab SARS pada 2003 silam. Virus ini sempat menyebar ke 29 negara dan wilayah, menginfeksi lebih dari 8.000 orang dari November 2002 hingga 2003.

Berkat intervensi kesehatan masyarakat yang cepat dan efektif, SARS-CoV belum dideteksi lagi pada manusia selama hampir 20 tahun. Inilah mengapa SARS-CoV dianggap punah.

Sementara virus yang bertahan adalah virus influenza, yang sudah dapat diatasi dengan vaksinasi dan kasusnya stabil. Virus-virus inilah yang disebut endemik.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Apa yang menentukan virus menjadi endemik?

'Nasib akhir' virus tergantung pada seberapa baik ia mempertahankan penularannya.

Ketika virus pertama kali menginfeksi manusia yang belum memiliki kekebalan atau antibodi, penularannya didefinisikan menggunakan istilah R0 (dibaca: R-naught). Ini juga disebut sebagai nomor reproduksi.

Angka reproduksi virus menunjukkan berapa banyak rata-rata seseorang yang terinfeksi dapat menginfeksi orang lain. Contohnya, SARS-CoV pertama memiliki R0 sekitar 2, artinya setiap orang yang terinfeksi rata-rata akan menularkan virus di dalam tubuh mereka ke dua orang.

baca juga

Untuk SARS-CoV-2 varian Delta, R0 mereka adalah antara 6 sampai 7. Artinya, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virusnya ke 6 hingga 7 orang lain.

Lalu, kita harus melakukan berbagai cara untuk memperlambat laju penyebaran virusnya. Misal dengan memakai masker, menjaga jarak sosial, pelacakan kontak, hingga karantina. Itu semua adalah 'senjata' yang efektif mengurangi penyebaran virus pernapasan.

Karena SARS-CoV tidak mudah menular, hanya perlu sedikit intervensi kesehatan masyarakat untuk menekan virus ke kepunahan.

Berkebalikan, sifat SARS-CoV-2 varian Delta sangat menular. Jadi, tantangan untuk menghilangkan virus akan jauh lebih besar dan ada kemungkinan virus menjadi endemik.

Sama halnya dengan varian asli SARS-CoV-2. Bahkan, orang yang sudah vaksinasi masih dapat terinfeksi meski risiko terkena Covid-19 parah menjadi kecil. Untuk alasan ini, penularan virus corona Covid-19 diperkirakan tidak akan berakhir.

Penting bagi kita untuk mempertimbangkan mengapa SARS-CoV-2 sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain, dan bagaimana perilaku manusia berperan dalam penularan virus tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Epidemiolog Jelaskan Penyebab Terus Bermunculan Varian Baru Virus Corona

Epidemiolog Jelaskan Penyebab Terus Bermunculan Varian Baru Virus Corona

Health | Kamis, 04 November 2021 | 19:28 WIB

Peneliti Sebut Virus Corona Covid-19 Bisa Menginfeksi Telinga Bagian Dalam

Peneliti Sebut Virus Corona Covid-19 Bisa Menginfeksi Telinga Bagian Dalam

Health | Kamis, 04 November 2021 | 18:04 WIB

Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Wanita Ini Alami Efek Samping Tak Biasa!

Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Wanita Ini Alami Efek Samping Tak Biasa!

Health | Kamis, 04 November 2021 | 16:04 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×