facebook

Interaksi Sosial Terbatas, Inilah Dampak Pandemi Terhadap Kesehatan Mental

Vania Rossa
Interaksi Sosial Terbatas, Inilah Dampak Pandemi Terhadap Kesehatan Mental
Ilustrasi kesehatan mental. (Unsplash/Nik Shuliahin)

Berikut tips seputar cara menjaga dan merawat kesehatan mental di masa pandemi ini.

Suara.com - Ancaman virus Covid-19 yang begitu masif, membuat banyak orang menjadi takut dan khawatir untuk melakukan interaksi sosial. Hal ini secara langsung turut memengaruhi kesehatan mental di masa pandemi.

Menyambut hari Kesehatan Nasional pada 12 November mendatang, Meta berbagi kisah inspiratif dari berbagai komunitas, semangat, serta tips seputar cara menjaga dan merawat kesehatan mental di masa pandemi ini, melalui rangkaian kampanye #Indonesiaku.

Kampanye yang berlangsung selama setahun penuh ini bertujuan untuk membangun semangat kebersamaan, berbagi motivasi yang baik serta menyebarkan dampak positif yang diciptakan dengan memanfaatkan platform Facebook, Instagram dan juga WhatsApp.

“Setiap harinya, orang-orang hadir di Facebook, Instagram, dan WhatsApp untuk terhubung dengan hal yang mereka sukai dan menciptakan interaksi yang bermakna, termasuk saling berbagi informasi dan juga dukungan bagi mereka yang membutuhkan bantuan dalam memelihara kesehatan mental serta emosional. Dalam momentum hari Kesehatan Nasional ini, Meta akan menghadirkan kisah inspiratif dari pendiri komunitas yang berfokus pada kesehatan mental, profil komunitas yang memberikan dukungan moral bagi anak-anak penderita kanker di Indonesia, serta tips sederhana tentang memelihara kesehatan mental di masa-masa yang sulit seperti saat ini,” kata Pieter Lydian, Country Director, Meta di Indonesia.

Baca Juga: Tiga Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Cari Pasangan di Aplikasi Kencan Online

Melalui Halaman Facebook Meta Indonesia, Meta membagikan serial video “Kenalan Dengan” yang akan menampilkan Sepri Andi, pendiri dan inisiator dari komunitas Social Connect.

Didirikan pertama kali pada 2018, komunitas ini berawal dari pengalaman pribadi Andi yang mengalami bullying. Dengan memanfaatkan platform media sosial untuk menggalang dukungan dan membangun komunitas, Social Connect kini telah memiliki lebih dari 10.000 anggota dan 100 relawan, dengan dukungan dari tenaga ahli seperti psikolog, dokter, dan ahli kesehatan publik.

Selain Social Connect, komunitas Sahabat Kanker Anak dan Wellbeing Shelter juga menjadi salah satu komunitas inspiratif yang berfokus pada dukungan bagi kesehatan emosional.

Kisah perjuangan mereka dalam memberikan konseling dan pendampingan bagi anak-anak penderita kanker dan edukasi tentang pentingnya menjaga kesejahteraan mental akan dituangkan dalam serial komik dari Ruang Komunal Indonesia (RuKI).

Tak hanya tantangan, Meta juga mengidentifikasi bahwa situasi pandemi ini juga membawa berbagai dampak signifikan terhadap kesehatan mental dan interaksi sosial. Berikut di antaranya, mengutip siaran pers yang diterima Suara.com.

Baca Juga: Minhyuk Keluar dari D-CRUNCH, Dylan Hiatus karena Masalah Kesehatan Mental

  • Menjaga jarak, melakukan karantina, dan menghindari kerumunan menjadi salah satu faktor utama yang menimbulkan perasaan sedih, takut, frustasi, dan kesepian. Sebagai makhluk sosial, kita membutuhkan interaksi dengan orang lain untuk bisa terus bertahan dan berkembang. Meski dalam pembatasan seperti ini, penting untuk tidak abai menyapa dan menanyakan kabar orang-orang terdekat kita dengan memanfaatkan teknologi, seperti telepon, video call, atau sekadar bertukar pesan melalui aplikasi perpesanan.
  • Pembatasan jarak membuat kebutuhan manusia untuk saling terhubung menjadi tidak terpenuhi. Tetapi di tengah situasi seperti ini, Meta telah melihat banyak orang memanfaatkan platformnya lebih dari sekadar untuk saling terhubung atau berkumpul secara virtual. Salah satu contohnya adalah komunitas Social Connect.
  • Situasi pandemi membuka percakapan tentang kesehatan mental di seluruh dunia. Hal ini menjadi awalan yang baik untuk meredam stigma negatif yang melekat pada topik seputar kesehatan mental, serta memberikan kesempatan bagi komunitas yang rentan dan terabaikan untuk mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.
  • Memperluas akses informasi dan edukasi dasar seputar kesehatan mental kepada semua kalangan, terutama bagi komunitas yang sulit mendapatkan informasi seputar masalah kesehatan mental, menjadi salah satu kunci penting untuk meningkatkan ketahanan emosional komunitas. Meta terus berupaya memberikan orang-orang sumber daya tersebut. Berkolaborasi dengan mitra global untuk kesehatan mental seperti WHO dan UNICEF, Meta mengembangkan sebuah Pusat Informasi Kesehatan Emosional (www.facebook.com/emotional_health) yang tersedia di aplikasi Facebook. Hingga saat ini, lebih dari 23 juta orang di seluruh dunia telah terhubung dengan organisasi dan para ahli kesehatan mental melalui pusat informasi ini.

Ketika orang-orang saling terhubung melalui interaksi yang bermakna, mereka dapat menciptakan hal-hal yang luar biasa. Meta hadir untuk memberikan mereka alat untuk dapat menciptakan perubahan yang positif bagi komunitas dan juga #Indonesiaku

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar