Target Eliminasi Campak Dunia Terhambat Akibat Pandemi Covid-19

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 11 November 2021 | 18:24 WIB
Target Eliminasi Campak Dunia Terhambat Akibat Pandemi Covid-19
Ilustrasi Campak [shutterstock]

Suara.com - Penanganan eliminasi campak di dunia menurun selama pandemi Covid-19 yang berakibat risiko infeksi campak kembali meningkat

Temuan itu berdasarkan laporan baru dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) .

WHO mencatat lebih dari 22 juta bayi melewatkan dosis pertama vaksin campak selama 2020. Jumlah tersebut 3 juta lebih banyak dibandingkan pada 2019.

Catatan tersebut menandai peningkatan terbesar dalam dua dekade terakhir dan berisiko memunculkan kondisi berbahaya terjadinya wabah campak di dunia.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kasus campak yang dilaporkan juga menurun lebih dari 80 persen pada tahun 2020.

Tapi, penurunan itu disebabkan pengecekan yang buruk dengan jumlah spesimen yang dikirim untuk pengujian laboratorium paling sedikit dalam lebih dari satu dekade.

Sekitar 84 persen kasus campak yang dilaporkan selama 2020 berada di 26 negara.

"Jumlah besar anak-anak yang tidak divaksinasi, wabah campak, dan deteksi dan diagnosis penyakit yang dialihkan untuk mendukung penanganan Covid-19 menjadi faktor yang meningkatkan kemungkinan kematian terkait campak dan komplikasi serius pada anak-anak,” kata Direktur Imunisasi Global CDC Kevin Cain, MD, dikutip dari situs WHO.

Ia mengingatkan, setiap negara harus bertindak saat ini juga untuk memperkuat sistem pengawasan penyakit dan memastikan tidak ada kesenjangan terhadap akses vaksin campak.

baca juga

Kasus campak yang dilaporkan lebih rendah selama 2020, bukan berarti peningkatan risiko campak pada anak-anak di seluruh dunia telah turun.

Kevin menambahkan, kemampuan negara untuk memastikan anak-anak menerima kedua dosis vaksin campak menjadi kunci kemajuan global menuju eliminasi campak dan mencegah penyebaran virusnya.

"Cakupan dosis pertama turun pada tahun 2020. Dan hanya 70 persen anak-anak yang menerima vaksin campak dosis kedua, jauh di bawah cakupan 95 persen yang dibutuhkan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran virus campak," katanya.

Kesenjangan terhadap akses vaksin makin terlihat setelah rencana 24 kampanye vaksinasi campak di 23 negara, yang semula direncanakan pada 2020, justru tertunda karena pandemi Covid-19.

Padahal, kampanye tambahan itu diperlukan untuk mengingatkan orangtua jangan melewatkan vaksin campak saat program imunisasi rutin.

Sementara itu, Direktur Departemen Imunisasi, Vaksin, dan Biologi WHO Dr Kate O'Brien mengatakan, program vaksinasi Covid-19 memang tengah gencar dilakukan seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Respons Penanganan Pandemi Covid-19, Jakarta Tempati Peringkat ke-47

Respons Penanganan Pandemi Covid-19, Jakarta Tempati Peringkat ke-47

Jakarta | Kamis, 11 November 2021 | 17:03 WIB

Korban Kekerasan Terus Meroket, Komnas Perempuan: Daya Penanganan Sangat Terbatas

Korban Kekerasan Terus Meroket, Komnas Perempuan: Daya Penanganan Sangat Terbatas

News | Kamis, 11 November 2021 | 16:32 WIB

Pandemi Covid-19 Bikin Kesadaran Isu Kesehatan dan Keselamatan Kerja Meningkat

Pandemi Covid-19 Bikin Kesadaran Isu Kesehatan dan Keselamatan Kerja Meningkat

Health | Kamis, 11 November 2021 | 11:10 WIB

Terkini

4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik

4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:05 WIB

Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen

Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen

Surakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:03 WIB

Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun

Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:02 WIB

BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo

BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:00 WIB

Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan

Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:56 WIB

Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%

Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:52 WIB

BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP

BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:51 WIB

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:40 WIB

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:38 WIB

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:35 WIB

×