Hari Diabetes Sedunia, Pakar Soroti Rapot Merah Diabetes Anak di Indonesia

Sabtu, 13 November 2021 | 20:34 WIB
Hari Diabetes Sedunia, Pakar Soroti Rapot Merah Diabetes Anak di Indonesia
Ilustrasi diabetes pada anak. (Shutterstock)

Suara.com - Menjelang peringatan Hari Diabetes Sedunia pada tanggal 14 November 2021, laporan tentang kasus diabetes anak di Indonesia jadi sorotan.

Data dari International Diabetes Federation (IDF), yang menyebut Indonesia negara tertinggi ke-5 dunia dengan kasus diabetes tidak terdiagnosis.

"Per jumlah itu total, karena diabetes seperti gunung es, yang diabetes tidak terdiagnosis itu di China 65 juta, India 44 juta, Amerika Serikat hampir 12 juta, Pakistan 8,5 juta, Indonesia 8 juta," ungkap pakar kesehatan anak Prof. Aman Pulungan dalam acara diskusi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Sabtu (13/11/2021).

Namun kata dokter anggota Dewan Penasehat Physician International Society for Pediatric and Adolescent Diabetics (ISPAD) itu, berdasarkan proporsi kasus diabetes anak yang tidak terdiagnosis, Indonesia tertinggi di dunia.

Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]
Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]

"Tetapi kalau dalam bentuk proporsional kita ranking satu di dunia yang underdiagnosis kita 73,7 persen. Bahkan China saja 56 persen, negara yang lain rerata di bawah 50 persen, proporsi yang tidak terdiagnosis," terangnya.

Proporsi kasus diabetes anak yang dimaksud, apabila disandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, yang jumlahnya lebih rendah dari China, India, hingga Amerika Serikat.

"Jumlah angkanya mereka lebih tinggi jumlah populasinya juga," imbuh Prof. Aman.

Sehingga, mantan Ketua Umum IDAI itu mengungkap jika Indonesia masih masuk kategori 'rapot merah' dalam hal kemampuan mendiagnosis diabetes pada anak.

"Kita mendiagnosis diabetes tipe 1 dan tipe 2 rapotnya merah," pungkas Prof. Aman.

Baca Juga: Mood Jelek Bikin Gula Darah Pengidap Diabetes Naik, Apa Kata Dokter?

Perlu diketahui, umumnya jenis diabetes yang dialami anak adalah diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 yaitu, adanya kerusakan pada sel pankreas sehingga ia tidak bisa memproduksi insulin.

Sedangkan diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang disebabkan karena insulin tidak bisa bekerja dengan baik, sehingga tidak bisa mengubah gula darah menjadi energi.

Insulin adalah hormon yang bertugas memecah gula dalam darah jadi energi, saat insulin tidak ada atau tidak bisa bekerja akan membuat gula dalam darah menumpuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI