Dukung Kesetaraan Akses Vaksin Covid-19, Indonesia Kerja Sama dengan Selandia Baru

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 16 November 2021 | 14:36 WIB
Dukung Kesetaraan Akses Vaksin Covid-19, Indonesia Kerja Sama dengan Selandia Baru
ILustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia dan Selandia Baru menegaskan pentingnya kesetaraan akses vaksin bagi semua negara untuk mempercepat dunia keluar dari pandemi COVID-19.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai pertemuan bilateral dengan Menlu Selandia Baru Nanaia Mahuta di Jakarta pada Senin.

“Saya menyambut baik peningkatan kerja sama kesehatan yang telah dilakukan (oleh kedua negara) selama pandemi,” kata Menlu Retno ketika menyampaikan keterangan pers secara virtual.

Di antara kerja sama yang dimaksud adalah dukungan 684.400 dosis vaksin AstraZeneca dari Selandia Baru untuk Indonesia melalui mekanisme berbagi dosis (dose-sharing) yang diterima bulan lalu.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Selain itu, kerja sama kedua negara juga dilakukan melalui Lembaga Biologi Molekuler Eijkman untuk meningkatkan kualitas tes COVID-19, serta dengan UNICEF untuk meningkatkan kapasitas kesehatan publik serta sejumlah peralatan medis di Indonesia.

“Sejauh ini, Selandia Baru telah memberikan dukungan pada Indonesia, baik berupa vaksin, ventilator, rapid test, dan juga dukungan untuk Eijkman Institute,” tutur Menlu Retno.

Di lain pihak, Menlu Selandia Baru mengucapkan apresiasi kepada Menlu RI sebagai salah satu ketua bersama COVAX Advance Market Commitment Engagement Group yang berperan memastikan akses vaksin yang setara bagi semua negara.

“Kami sepakat bahwa kerja sama internasional yang erat sangat penting, tidak hanya untuk merespons pandemi tetapi juga upaya menuju pemulihan ekonomi,” ujar Menlu Mahuta.

Kerja sama internasional dalam penanganan pandemi disebutnya telah menjadi fokus keketuaan Selandia Baru di forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) tahun ini.

“Dan saya yakin (isu penanganan pandemi) ini akan menjadi salah satu area prioritas Indonesia selama masa presidensinya di G20 tahun depan,” tutur Mahuta.

Selain beberapa kerja sama bilateral seperti kesehatan, energi, dan ekonomi, kedua menlu juga membahas isu regional di antaranya situasi di Myanmar dan Afghanistan. Indonesia dan Selandia Baru berbagi keprihatinan yang sama atas kondisi keamanan dan hak asasi manusia di kedua negara yang tengah dilanda konflik politik itu.

Kedua menlu juga bertukar pandangan tentang situasi di Indo-Pasifik.

Sebagai mitra wicara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Selandia Baru menegaskan kembali komitmennya terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific dan upaya mewujudkan perdamaian serta stabilitas di kawasan tersebut.

“Indo-Pasifik adalah suatu kawasan terbuka untuk perdagangan dan investasi, kawasan yang inklusif, kawasan dengan kedaulatan yang dihormati oleh semua negara besar dan kecil, kawasan yang mengupayakan perdamaian dan stabilitas. Saya menegaskan kembali komitmen Selandia Baru untuk Indo-Pasifik dengan ASEAN sebagai pusatnya, dengan wilayah yang berdasarkan aturan hukum yang berlaku termasuk UNCLOS,” kata Menlu Mahuta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemain Selandia Baru Tegaskan Dukungan untuk Iran: Mereka Layak di Piala Dunia 2026

Pemain Selandia Baru Tegaskan Dukungan untuk Iran: Mereka Layak di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:08 WIB

Selandia Baru Tetap Lakukan Persiapan Melawan Iran Jelang Piala Dunia 2026

Selandia Baru Tetap Lakukan Persiapan Melawan Iran Jelang Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:01 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?

Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 17:22 WIB

Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 21:52 WIB

Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya

Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya

Health | Minggu, 08 Maret 2026 | 13:05 WIB

Kemenkes Minta Masyarakat Tak Khawatir Vaksin MR, Efek Samping Disebut Wajar dan Sementara

Kemenkes Minta Masyarakat Tak Khawatir Vaksin MR, Efek Samping Disebut Wajar dan Sementara

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 17:17 WIB

Kota Yogyakarta Catat 6 Kasus Positif Campak, Dinkes Sebut Masih Ada Warga Anti Vaksin

Kota Yogyakarta Catat 6 Kasus Positif Campak, Dinkes Sebut Masih Ada Warga Anti Vaksin

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:39 WIB

Kesadaran Vaksin di Indonesia yang Menurun dan Dampaknya pada Syarat Umroh

Kesadaran Vaksin di Indonesia yang Menurun dan Dampaknya pada Syarat Umroh

Your Say | Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:45 WIB

Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?

Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?

Your Say | Minggu, 15 Februari 2026 | 18:39 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB