Hipertensi Hingga Pendarahan, Penyebab Tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia

M. Reza Sulaiman

Rabu, 17 November 2021 | 18:14 WIB
Hipertensi Hingga Pendarahan, Penyebab Tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia
Ilustrasi ibu hamil (pixbay)

Suara.com - Indonesia menjadi negara dengan angka kematian ibu dan bayi tertinggi ketiga di Asia Tenggara.

Menurut Tenaga Ahli Utama Kedeputian II Kantor Staf Kepresidenan Brian Sriprahastuti, Indonesia saat ini menduduki peringkat ketiga di bawah Myanmar dan Laos.

“Dibanding negara lain, kita berada di urutan ketiga negara dengan AKI tertinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya setelah Myanmar dan Laos,” kata Brian dikutip dari ANTARA.

Brian menuturkan, tiga penyebab utama yang terus menaikkan jumlah kasus kematian pada ibu di Indonesia adalah adanya gangguan hipertensi selama masa kehamilan dan persalinan, ibu mengalami pendarahan saat melahirkan dan banyak kematian ibu terjadi dalam 24 jam setelah persalinan.

Penambahan kasus kematian pada ibu semakin diperparah dengan adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan jumlah kematian ibu di tahun 2020 bertambah 418 kasus dibandingkan tahun 2019. Sehingga kematian ibu naik 50 persen di enam provinsi.

Keenam provinsi itu, kata dia, ialah Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Utara dan Aceh.

“Secara jumlah, memang terlihat ada penambahan sekitar 418 kematian ibu dibandingkan 2019. Padahal dari tahun 2018 ke 2019, itu sudah terjadi penurunan yang cukup banyak,” kata dia.

Menurut Brian tingginya jumlah angka kematian pada ibu, bukanlah permasalahan yang mudah untuk diselesaikan, namun negara sudah mengetahui apa yang harus dilakukan bila ingin mencapai target SDG’s jumlah kematian ibu turun menjadi 70 dari 100.000 kelahiran pertama di tahun 2030.

Dalam hal itu, negara perlu belajar dari negara-negara lain seperti Kamboja, Laos, Vietnam dan Mesir yang bisa menekan angka kematian ibu sebanyak 60 hingga 70 persen melalui penggunaan program Keluarga Berencana (KB), akses layanan pemeriksaan kehamilan yang adil serta adanya perbaikan sistem kesehatan seperti perbaikan gizi pada remaja putri.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi permasalahan dalam mensosialisasikan program KB dan memberikan layanan kesehatan reproduksi, dia menjelaskan negara perlu memanfaatkan peran bidan sebagai aktor terdepan yang bisa membantu memberikan penyuluhan pada masyarakat khususnya pada setiap persoalan mengenai ibu dan perempuan.

“Jadi poin yang ingin saya sampaikan adalah bahwa peningkatan penggunaan KB sebetulnya ini sangat jelas dia akan berkontribusi besar pada upaya penurunan kematian ibu,” tegas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai 2026, Periksa Kehamilan Wajib 8 Kali: Cara Pemerintah Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Mulai 2026, Periksa Kehamilan Wajib 8 Kali: Cara Pemerintah Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

News | Jum'at, 28 November 2025 | 08:19 WIB

Menkes Sesalkan Kematian Ibu Hamil di Papua, Janji Perbaikan Layanan Kesehatan Agar Tak Terulang

Menkes Sesalkan Kematian Ibu Hamil di Papua, Janji Perbaikan Layanan Kesehatan Agar Tak Terulang

News | Jum'at, 28 November 2025 | 00:01 WIB

Geger Kematian Ibu Hamil di Papua, Pimpinan DPR Sebut Negara Lalai: No Viral No Justice

Geger Kematian Ibu Hamil di Papua, Pimpinan DPR Sebut Negara Lalai: No Viral No Justice

News | Rabu, 26 November 2025 | 19:55 WIB

Prabowo Perintahkan Audit Kematian Ibu Hamil di Papua, Aktivis Sebut Kasus Femisida

Prabowo Perintahkan Audit Kematian Ibu Hamil di Papua, Aktivis Sebut Kasus Femisida

News | Senin, 24 November 2025 | 21:38 WIB

Jakarta Feminist: Kematian Ibu dan Bayi di Papua Usai Ditolak 4 RS Merupakan Bentuk Femisida

Jakarta Feminist: Kematian Ibu dan Bayi di Papua Usai Ditolak 4 RS Merupakan Bentuk Femisida

News | Senin, 24 November 2025 | 14:58 WIB

Kemendagri Dorong Penurunan Angka Kematian Ibu Lewat Penguatan Peran TP PKK di Daerah

Kemendagri Dorong Penurunan Angka Kematian Ibu Lewat Penguatan Peran TP PKK di Daerah

Health | Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:50 WIB

Geger Ibu dan Bayinya jadi 'Tahanan' Kasus Perdata, Polisi Ungkap Alasan Jebloskan Rini ke Penjara

Geger Ibu dan Bayinya jadi 'Tahanan' Kasus Perdata, Polisi Ungkap Alasan Jebloskan Rini ke Penjara

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 12:08 WIB

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Masih Tinggi, Jauh dari Target SDGs

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Masih Tinggi, Jauh dari Target SDGs

Health | Selasa, 15 Juli 2025 | 22:17 WIB

Ternyata Membusuk di Toren Air Rumah usai Dilaporkan Hilang, Siapa Pembunuh Ibu-Anak di Tambora?

Ternyata Membusuk di Toren Air Rumah usai Dilaporkan Hilang, Siapa Pembunuh Ibu-Anak di Tambora?

News | Senin, 10 Maret 2025 | 14:04 WIB

Pesan Kebangsaan Gerakan Nurani Bangsa, Tingginya Angka Kematian Ibu dan Penyempitan Demokrasi Jadi Sorotan

Pesan Kebangsaan Gerakan Nurani Bangsa, Tingginya Angka Kematian Ibu dan Penyempitan Demokrasi Jadi Sorotan

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 15:27 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB