Hati-Hati, Ini Dampak Polusi Udara di Dalam Ruangan bagi Tubuh!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 18 November 2021 | 08:00 WIB
Hati-Hati, Ini Dampak Polusi Udara di Dalam Ruangan bagi Tubuh!
Ilustrasi polusi udara di dalam ruangan. (Pixabay)

Suara.com - Polusi udara tidak hanya bisa merusak penampilan kulit dan menganggu pernapasan, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada organ tubuh vital dalam jangka panjang.

Tapi, banyak orang yang tidak menyadari bahwa polusi udara di dalam ruangan pun sama buruknya dengan polusi udara di luar ruangan. Karena, orang-orang hanya fokus pada bahaya polusi udara dari lingkungan luar.

Polusi udara di dalam ruangan bertanggung jawab atas persentase yang signifikan dari penyakit akibat polutan. Bahkan, polusi udara di dalam ruangan bisa menyebabkan penurunan kualitas hidup.

Setiap polutan atau partikel yang ada di udara dapat menurunkan kualitas udara yang Anda hirup. Kualitas udara di dalam ruangan yang buruk bisa sama mengkhawatirkannya dengan polusi udara di luar ruangan.

Kualitas udara di dalam ruangan yang buruk ini telah menjadi perhatian sekarang ini, seiring dengan modernisasi yang konstan dan perubahan standar hidup.

Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)
Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)

Sebab dilansir dari Times of India, semakin banyak orang yang terpapar polusi udara di dalam ruangan itu, maka besar kemungkinan penyakit akibat polutan dalam ruangan itu menyebar.

Polusi udara di dalam ruangan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk aktivitas di dalam ruangan, ventilasi dan sumber bahan bakar yang digunakan.

Menurut para ahli, salah satu penyebab utama polusi udara di dalam ruangan di wilayah pedesaan adalah kayu dan sumber bahan bakar lainnya yang digunakan utnuk memasak makanan. Karena, limbah kayu pada bahan bakar terbuka bisa melepaskan polutan udara yang isa bersirkulasi di dalam ruangan.

Selain itu, barang-barang rumah tangga yang biasanya kita gunakan juga bisa menyebabkan polusi udara di dalam ruangan, mulai dari cat furniture, produk pembersih, bahan bakar yang digunakan, bahan bangunan yang digunakan dalam konstruksi, menyalakan lilin, merokok di dalam ruangan bahkan kompor gas.

Kualitas udara yang buruk tidak hanya mempersulit seseorang untuk bernapas atau batuk, tetapi konsekuensinya bisa jauh lebih luas. Paparan polusi udara di dalam ruangan ini berkaitan dengan masalah kesehatan serius, termasuk risiko penyakit jantung iskemik, stroke, detak jantung tidak teratur (aritmia), paru-paru dan kanker.

Salah satu cara terbaik untuk membuat udara di dalam ruangan lebih sehat adalah membersihkan ventilasi dan bukan jendela agar sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan.

Anda juga bisa memasang pemurni kualitas udara untuk membantu menyaring senyawa beracun dan bahan kimia dari udara. Alat ini bisa digunakan bila Anda memiliki penyakit paru-paru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Udara Beracun, Ibu Kota India Liburkan Sekolah dan Kampus

Udara Beracun, Ibu Kota India Liburkan Sekolah dan Kampus

Tekno | Rabu, 17 November 2021 | 14:24 WIB

Punya Manfaat Kesehatan, Berapa Banyak Tanaman Hias yang Harus Diletakkan di Dalam Rumah?

Punya Manfaat Kesehatan, Berapa Banyak Tanaman Hias yang Harus Diletakkan di Dalam Rumah?

Health | Selasa, 16 November 2021 | 20:15 WIB

Polusi Udara Mengancam Nyawa Pekerja, India Tutup Perkantoran di New Delhi

Polusi Udara Mengancam Nyawa Pekerja, India Tutup Perkantoran di New Delhi

Health | Selasa, 16 November 2021 | 11:48 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB