alexametrics

Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara Akan Jadi Booster Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara Akan Jadi Booster Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

Melki menekankan bahwa pemberian vaksin booster Covid-19 perlu dilakukan di Indonesia untuk meningkatkan kekebalan kelompok masyarakat.

Suara.com - Pemerintah berencana lakukan program vaksinasi booster Covid-19 bagi masyarakat umum pada pertengahan 2022. Jenis vaksin yang digunakan untuk booster sama seperti saat program vaksinasi dosis pertama dan kedua. 

Hanya saja, terdapat tambahan jenis vaksin buatan dalam negeri, termasuk vaksin Merah-Putrih dan vaksin Nusantara.

"Kami mendapatkan informasi terakhir dari hasil rapat kabinet terbatas kemarin, informasinya bahwa Pak Jokowi mendorong agar vaksin produksi dalam negeri yaitu, Merah Putih dan Nusantara nanti menjadi bagian dan diprioritaskan menjadi vaksin booster," ungkap Wakil Ketua Kimisi IX DPR Melki Laka dalam webinar Satgas Covid-19, Kamis (18/11/2021). 

Melki menekankan bahwa pemberian vaksin booster Covid-19 perlu dilakukan di Indonesia untuk meningkatkan kekebalan kelompok masyarakat. 

Baca Juga: Bio Farma Akan Lakukan Penelitian Sinovac untuk Vaksin Booster pada 2022

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Saat ini, vaksin booster baru diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, petugas publik, orang dengan komorbid, dan orang lanjut usia. 

Melki menyampaikan, saat program vaksinasi booster bagi masyarakat umum dilakukan tahun depan, hanya sebagian orang yang bisa dapat secara gratis. Lainnya harus membayar, termasuk anggota DPR sendiri.

"(Vaksin booster gratis) khusus PBI, penerima bantuan iuran itu gratis, dibayarkan oleh pemerintah. Tapi Non PBI atau mereka yang BPJS kesehatan bayar sendiri ataupun dibayarkan oleh perusahaan maupun majikan, mereka akan di-booster dengan bayar sendiri. Jadi selain membantu sesama, kita juga bisa membantu keuangan negara," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. dr. Zubairi Djurban menyampaikan, masyarakat tidak perlu takut dengan efek samping vaksin booster Covid-19.

"Walaupun di dunia belum banyak yang di-booster namun beberapa uji klinik dan yang telah melakukan booster itu ternyata enggak masalah. Kalau di Indonesia jelas memang tenaga kesehatan sudah di booster dan ternyata KIPI rendah sekali," ujarnya. 

Baca Juga: Penumpang Kapal di Pelabuhan Sibolga Harus Tunjukkan Kartu Vaksin Covid-19

Komentar