Amerika Serikat Gunakan Sotrovimab untuk Obati Pasien Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 21 November 2021 | 17:28 WIB
Amerika Serikat Gunakan Sotrovimab untuk Obati Pasien Covid-19, Begini Cara Kerjanya
Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Amerika Serikat akan segera menggunakan terapi Sotrovimab dalam mengobati pasien Covid-19. Obat tersebut merupakan antibodi monoklonal yang digunakan dalam fase pengobatan awal Covid-19.

Menurut perusahan pembuat obat GlaxoSmithKline (GSK) plc dan Vir Biotechnology, Inc, pemerintah AS akan membeli sekitar satu miliar dolar obat tersebut.

"Mengingat banyaknya pasien yang terus menderita Covid-19 di banyak wilayah di AS, ada kebutuhan berkelanjutan untuk akses ke perawatan yang efektif. Kami bangga bekerja sama dengan pemerintah AS untuk membantu menyediakan sotrovimab," kata Chief Scientific Officer dan Presiden R&D, GSK Dr Hal Barron, melalui keterangan keterangan tertulis, dikutip dari Fox News.

Sotrovimab telah mendapat Emergency Use Authorization (EUA) atau izin darurat penggunaan obat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan FDA AS pada Mei 2021. Obat antibodi monoklonal SARS CoV-2 itu diberikan secara infus intravena dosis tunggal.

Penggunaannya hanya dapat digunakan untuk mengobati infeksi ringan hingga sedang Covid-19 pada orang dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas yang berisiko tinggi alami kondisi parah.

Menurut Wakil Presiden Terapi Covid-19 di GSK Bart Murray, obat tersebut menjadi harapan baru bagi pasien untuk menang dalam memerangi virus corona.

Murray mengatakan kepada Fox News bahwa pasien yang dites positif Covid-19 perlu mengetahui perawatan itu dan harus bertanya kepada dokter apakah itu cocok bagi mereka, terutama jika memiliki kondisi yang mendasarinya atau imunokompromise.

"Orang-orang perlu tahu ada perawatan yang sangat efektif untuk pasien berisiko tinggi - dan tidak perlu ragu untuk meminta dokter untuk dirawat," kata Murray.

Sotrovimab tidak diizinkan untuk digunakan dalam setiap kasus. Menurut situs web FDA, sotrovimab tidak boleh diberikan kepada pasien Covid-19 yang sedang memakai tabung oksigen. Juga pasien yang memerlukan peningkatan laju aliran oksigen dasar karena Covid-19.

baca juga

FDA juga mengatakan bahwa antibodi monoklonal SARS CoV-2 itu justru bisa memperburuk kondisi jika diberikan kepada pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen aliran tinggi atau ventilasi mekanis.

Data akhir yang dirilis dari uji coba COMET-ICE Fase III yang melibatkan 1057 peserta, menunjukkan sotrovimab mengurangi rawat inap dan risiko kematian hingga 79 persen pada orang dewasa dengan gejala Covid-19 ringan hingga sedang yang berisiko tinggi berkembang menjadi penyakit parah.

Kondisi mereka membaik pada hari ke 29 perawatan, lebih cepat dibandingkan dengan plasebo, menurut rilis berita oleh perusahaan.

Perusahaan juga mengumumkan data dari studi COMET-Tail Phase III menunjukkan bahwa menyuntikkan Sotrovimab ke dalam otot pasien sama efektifnya dibandingkan dengan memberikannya secara intravena pada populasi berisiko tinggi.

Amerika Serikat akan menggunakan terapi sotrovimab dalam pengobatan pasien Covid-19. Obat tersebut merupakan antibodi monoklonal investigasi yang digunakan untuk pengobatan awal Covid-19, menurut siaran pers dari pembuat obat, GlaxoSmithKline (GSK) plc dan Vir Biotechnology, Inc.

Pihak perusahaan mengatakan bahwa pemerintah AS akan membeli sekitar satu miliar dolar obat.

"Mengingat banyaknya pasien yang terus menderita Covid-19 di banyak wilayah di AS, ada kebutuhan berkelanjutan untuk akses ke perawatan yang efektif. Kami bangga bekerja sama dengan pemerintah AS untuk membantu menyediakan sotrovimab," kata Chief Scientific Officer dan Presiden R&D, GSK Dr Hal Barron, melalui keterangan keterangan tertulis, dikutip dari Fox News.

Sotrovimab telah mendapat Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS pada Mei 2021. Obat antibodi monoklonal SARS CoV-2 itu diberikan secara infus intravena dosis tunggal.

Penggunaannya hanya dapat digunakan untuk mengobati infeksi ringan hingga sedang Covid-19 pada orang dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas yang berisiko tinggi alami kondisi parah.

Menurut Wakil Presiden Terapi Covid-19 di GSK Bart Murray, obat tersebut menjadi harapan baru bagi pasien untuk menang dalam memerangi virus corona.

Murray mengatakan kepada Fox News bahwa pasien yang dites positif Covid-19 perlu mengetahui perawatan itu dan harus bertanya kepada dokter apakah itu cocok bagi mereka, terutama jika memiliki kondisi yang mendasarinya atau imunokompromise.

"Orang-orang perlu tahu ada perawatan yang sangat efektif untuk pasien berisiko tinggi - dan tidak perlu ragu untuk meminta dokter untuk dirawat," kata Murray.

Sotrovimab tidak diizinkan untuk digunakan dalam setiap kasus. Menurut situs web FDA, sotrovimab tidak boleh diberikan kepada pasien Covid-19 yang sedang memakai tabung oksigen. Juga pasien yang memerlukan peningkatan laju aliran oksigen dasar karena Covid-19.

FDA juga mengatakan bahwa antibodi monoklonal SARS CoV-2 itu justru bisa memperburuk kondisi jika diberikan kepada pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen aliran tinggi atau ventilasi mekanis.

Data akhir yang dirilis dari uji coba COMET-ICE Fase III yang melibatkan 1057 peserta, menunjukkan sotrovimab mengurangi rawat inap dan risiko kematian hingga 79 persen pada orang dewasa dengan gejala Covid-19 ringan hingga sedang yang berisiko tinggi berkembang menjadi penyakit parah.

Kondisi mereka membaik pada hari ke 29 perawatan, lebih cepat dibandingkan dengan plasebo, menurut rilis berita oleh perusahaan.

Perusahaan juga mengumumkan data dari studi COMET-Tail Phase III menunjukkan bahwa menyuntikkan Sotrovimab ke dalam otot pasien sama efektifnya dibandingkan dengan memberikannya secara intravena pada populasi berisiko tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di PPU Diadakan di 2022, Ini Alasannya

Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di PPU Diadakan di 2022, Ini Alasannya

Kaltim | Minggu, 21 November 2021 | 17:18 WIB

Satgas Kepri: Kabupaten Karimun Nol Kasus Aktif Covid-19

Satgas Kepri: Kabupaten Karimun Nol Kasus Aktif Covid-19

Batam | Minggu, 21 November 2021 | 17:13 WIB

Tekan Penyebaran Covid-19 di Gowa, Polisi Razia Pengguna Jalan Tidak Pakai Masker

Tekan Penyebaran Covid-19 di Gowa, Polisi Razia Pengguna Jalan Tidak Pakai Masker

Sulsel | Minggu, 21 November 2021 | 16:24 WIB

Terkini

Kunjungan di Solo, Teuku Riefky Latih Santri Dapat Cuan dari Ngonten dan Usaha Digital

Kunjungan di Solo, Teuku Riefky Latih Santri Dapat Cuan dari Ngonten dan Usaha Digital

Surakarta | Minggu, 01 November 2026 | 21:41 WIB

Jadi Media Peredaran Narkotika Cair, Kapolri Larang Anggota Polri Pakai Vape

Jadi Media Peredaran Narkotika Cair, Kapolri Larang Anggota Polri Pakai Vape

News | Minggu, 01 November 2026 | 21:41 WIB

Dari Rp188 T ke Rp247 T: Ke Mana Saja Aliran Dana Jumbo Kesehatan Indonesia?

Dari Rp188 T ke Rp247 T: Ke Mana Saja Aliran Dana Jumbo Kesehatan Indonesia?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 21:41 WIB

Hujan Sudah Turun, Karhutla Sumsel Belum Tuntas, Seberapa Efektif Dry Ice dan OMC?

Hujan Sudah Turun, Karhutla Sumsel Belum Tuntas, Seberapa Efektif Dry Ice dan OMC?

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 21:35 WIB

Generasi Sandwich Perlu Atur Keuangan, Jangan Sampai Tabungan Habis Saat Sakit

Generasi Sandwich Perlu Atur Keuangan, Jangan Sampai Tabungan Habis Saat Sakit

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 21:30 WIB

Kapolri Larang Anggota Polri Gunakan Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Lingkungan Kerja

Kapolri Larang Anggota Polri Gunakan Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Lingkungan Kerja

News | Minggu, 01 November 2026 | 21:24 WIB

Bentuk Bumi Semakin Membulat Akibat Perubahan Iklim, Ini Dampaknya Bagi Manusia

Bentuk Bumi Semakin Membulat Akibat Perubahan Iklim, Ini Dampaknya Bagi Manusia

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 21:22 WIB

Apakah Desil 5 Bisa Dapat PIP? Ini Cara Cek Desil Bansos Kemensos.go.id 2026

Apakah Desil 5 Bisa Dapat PIP? Ini Cara Cek Desil Bansos Kemensos.go.id 2026

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 21:09 WIB

Usia 40 Tahun Tensi Normal Berapa? Ini Angka Ideal untuk Pria dan Wanita serta Cara Menjaganya

Usia 40 Tahun Tensi Normal Berapa? Ini Angka Ideal untuk Pria dan Wanita serta Cara Menjaganya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 21:01 WIB

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 21:00 WIB

×