Bolehkah Ibu Hamil Donor Plasma dan Donor Darah? Ini Saran Ahli!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 22 November 2021 | 10:21 WIB
Bolehkah Ibu Hamil Donor Plasma dan Donor Darah? Ini Saran Ahli!
Ilustrasi Ibu Hamil. (Pixabay/Cparks)

Suara.com - Donor plasma adalah prosedur donor yang dilakukan dengan memberikan bagian cair dari darah yang dipisahkan dari sel mereka. Darah pendonor akan diambil dan dimasukkan ke dalam mesin untuk memisahkan selnya dan mengumpulkan plasma.

Proses donor plasma ini biasanya memakan waktu beberapa menit lebih lama daripada donor darah biasa. Karena, sel darah yang tersisa harus dikembalikan setelah mesin mengumpulkan plasma yang dibutuhkan.

Donor plasma dari golongan darah AB pun salah satu yang paling diminati. Karena, plasma mereka adalah satu-satunya yang dianggap sebagai plasma universal. Plasma dari golongan darah AB ini bisa disumbangkan kepada pasien dari semua golongan darah.

Menurut CSL Plasma dilansir dari The Sun, semua orang sehat yang berusia antara 18 hingga 75 tahun, memiliki berat badan minimal 49 kg dan tidak bertato atau tindikan dalam 4 bulan terakhir tergolong sudah memenuhi syarat donor plasma.

Donor plasma ini juga salah satu metode pengobatan untuk penyakit tertentu, seperti virus corona Covid-19. Bila Anda pernah terinfeksi virus corona dan memenuhi syarat, Anda bisa mendonorkan plasma 14 hari setelah gejalanya hilang.

Ilustrasi ibu hamil (pixbay)
Ilustrasi ibu hamil (pixbay)

Tetapi, ibu hamil lebih baik tidak melakukan donor plasma meskipun dengan niatan membantu pasien virus corona. Karena, donor plasma selama kehamilan berisiko menyebabkan komplikasi yang membutuhkan transfusi.

Human Leukocyte Antigens (HLA) adalah protein dalam tubuh yang melekat pada sel. Protein ini memungkinkan tubuh untuk mengetahui sel mana yang menjadi milik Anda.

Sedangkan, ibu hamil menghasilkan antibodi terhadap HLA dari sperma ayah. Jika donor plasma dari ibu hamil ini mengandung antibodi HLA, penerima transfusi bisa mengalami TRALI (cedera paru akut terkait transfusi).

Reaksi ini bisa menyebabkan kematian pada penerima donor plasma. Karena itulah, ibu hamil sangat tidak dianjurkan untuk melakukan donor plasma.

baca juga

Saat ini masih belum jelas waktu terbaik untuk melakukan donor plasma setelah kehamilan. Meskipun, beberapa dokter pun menyarankan Anda menunggu sekitar 6 minggu pascapersalinan bila ingin melakukan donor plasma.

Selain tak boleh donor plasma, ibu hamil juga tidak bolah melakukan donor darah. Donor darah lebih berisiko pada kesehatan ibu hamil itu sendiri dan janin dalam kandungannya.

Donor darah ketika hamil bisa membahayakan kesehatan bayi dan menyebabkan anemia. Sedangkan, bayi dalam kandungan membutuhkan pasokan darah dan zat besi dari ibunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Baru: Ibu Hamil dengan Covid-19 Lebih Berisiko Meninggal saat Melahirkan

Studi Baru: Ibu Hamil dengan Covid-19 Lebih Berisiko Meninggal saat Melahirkan

Health | Minggu, 21 November 2021 | 07:03 WIB

Daftar Makanan untuk Ibu Hamil Muda, Wajib Diingat Semua Calon Ibu Baru

Daftar Makanan untuk Ibu Hamil Muda, Wajib Diingat Semua Calon Ibu Baru

Bali | Rabu, 17 November 2021 | 16:12 WIB

Rekomendasi Makanan Ibu Hamil yang Bergizi dan Sehat, Baik Buat Jabang Bayi!

Rekomendasi Makanan Ibu Hamil yang Bergizi dan Sehat, Baik Buat Jabang Bayi!

Bali | Rabu, 17 November 2021 | 09:26 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB