alexametrics

Minum Alkohol Dapat Mengganggu Tidur, Memicu Mimpi Buruk dan Sleep Apnea

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Minum Alkohol Dapat Mengganggu Tidur, Memicu Mimpi Buruk dan Sleep Apnea
Ilustrasi ada makanan picu mimpi buruk saat tidur. (Shutterstock)

Alkohol dapat mencegah Anda mendapat tidur yang berkualitas.

Suara.com - Kualitas tidur memengaruhi banyak hal, termasuk kesehatan fisik dan mental. Semakin baik kualitas tidur Anda, maka semakin baik juga kesehatan yang didapat.

Ada banyak hal yang bisa membuat tidur malam tidak berkualitas, salah satunya minum alkohol. Berbanding terbalik dengan kepercayaan banyak orang, alkohol justru bisa menjadi akar gangguan tidur, lapor Express UK.

"Alkohol umumnya digunakan sebagai alat bantu tidur, dan tidak diragukan lagi akan membantu Anda tertidur karena membuat aktivitas otak melambat, yang dapat menyebabkan perasaan rileks dan mengantuk," kata Pendiri dan Kepala Eksekutif Delamere Rehab, Martin Preston.

Ia melanjutkan, "tetapi mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat memengaruhi kualitas tidur dan menyebabkan efek negatif, mulai dari sakit kepala, dehidrasi, hingga peningkatan kebutuhan untuk buang air kecil dan kepanasan."

Baca Juga: 12 Langkah Memperbaiki Kualitas Tidur di Malam Hari

Ilustrasi alkohol (Elements Envato)
Ilustrasi alkohol (Elements Envato)

Memicu mimpi buruk

Alkohol juga dapat menyebabkan gangguan pada setiap siklus tidur, terutama dalam siklus REM.

REM merupakan tahap ketika vivid dream dan mimpi buruk dapat terjadi, dan alkohol cenderung memicu mimpi buruk dan baik.

"Dengan alkohol yang mengalir melalui sistem tubuh, Anda lebih rentan terhadap mimpi buruk dan vivid dream. Ketika kadar alkohol dalam darah turun, tidur menjadi lebih pendek, dan pengalaman Anda untuk mengingat mimpi menjadi lebih banyak," sambungnya.

Menyebabkan sleep apnea

Baca Juga: Waktu yang Tepat Berolahraga untuk Meningkatkan Kualitas Tidur

Preston menjelaskan bahwa konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat menjadi faktor sleep apnea, kondisi saat pernapasan berhenti yang dimulai saat Anda tidur, menyebabkan dengkuran keras.

“Konsumsi alkohol dapat menyebabkan pernapasan tidak teratur, yang secara formal disebut sleep apnea, gangguan yang ditandari dengan pernapasan tidak normal dan sesak napas saat tidur," jelasnya.

Menurutnya, alkohol dapat melemaskan otot-otot di tubuh, termasuk jaringan tenggorokan, mulut, dan hidung. Kondisi ini akan menghentikan aliran udara berjalan dengan lancar, sehingga menyebabkan getaran.

Komentar