Covid-19 Varian Omicron Mengancam, Kenapa Virus Corona Bisa Terus Bermutasi?

M. Reza Sulaiman

Selasa, 30 November 2021 | 18:25 WIB
Covid-19 Varian Omicron Mengancam, Kenapa Virus Corona Bisa Terus Bermutasi?
Ilustrasi - Jarum suntik medis dan botol terlihat di depan teks Omicron (B.1.1.529): SARS-CoV-2 di latar belakang. [ANTARA/Pavlo Gonchar/SOPA Images via Reuters]

Suara.com - Covid-19 varian Omicron yang pertama kali ditemukan di wilayah Afrika Selatan menjadi ancaman baru, saat dunia tengah bersiap menuju normal.

Hal ini telah diungkap oleh WHO pada Jumat lalu, di mana varian yang disebut B.1.1.529 ini, digolongkan sebagai varian of concern karena dianggap lebih menular.

Covid-19 varian Omicron telah terdeteksi di negara Spanyol. Kasus ini terjadi ketika seorang lelaki yang baru tiba di bandara Madrid berasal dari Afrika Selatan.

Ketika dilakukan tes, Pemerintah setempat mengatakan bahwa hasil yang ditemukan yaitu positif Covid-19, dengan gejala ringan dan sedang melakukan karantina.

Penampakan virus corona. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]
Penampakan virus corona. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]

Mengenai varian Omicron, mengapa virus ini terus bermutasi? Menjawab pertanyaan itu, telah diungkap oleh Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Klinik Prof. Amin Soebandrio.

“Virus itu kan memperbanyak diri lewat replikasi. Ketika bermutasi, itu terjadi secara acak. Tapi setelah terjadi mutasi, itu akan menjadi proses seleksi, karena tidak semua mutasi menyebabkan virusnya tambah baik,” ungkapnya saat dihubungi oleh Suara.com, Selasa (30/11/2021).

“Bahkan ada mutasi yang menyebabkan virusnya malah mati atau lemah, dan ada juga yang menyebabkan apa-apa. Dan itu sekira 4 persen aja yang menyebabkan virusnya tambah fit terhadap lingkungan,” lanjutnya.

Lalu, kapan virus bermutasi akan selesai? Prof. Amin menjawab, selama virusnya masih hidup dan menemui host baru, itu akan terus bermutasi.

“Kalau kita mau menghentikan mutasinya, kita harus menghentikan replikasinya. Artinya tidak memberikan kesempatan si virus menemukan host baru. Jadi rantai penularannya harus kita putus,” ungkap Prof. Amin.

baca juga

Mengenai varian Omicron, ada anggapan bahwa Pemerintah butuh dua minggu untuk mendapatkan kejelasan dari varian tersebut. Prof. Amin mengatakan, seharusnya tidak butuh waktu dua minggu untuk mendapatkan kejelasan.

“Artinya saat ini, Omicron ini kan sebenarnya virus baru yang ditemukan selama satu bulan. Jadi jumlahnya masih kecil. Para ahli di dunia ini masih mengumpulkan data dan membutuhkan bukti ilmiah untuk menjelaskan, apakah betul virus itu lebih cepat menular atau menyebabkan kasusnya tambah berat,” ungkapnya.

“Itu butuh pengamatan, jadi pengamatannya itu bisa satu minggu selesai, dua minggu selesai, atau berbulan-bulan. Tergantung situasinya, kalau misalnya jumlah orang yang tertular lebih banyak, itu membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan informasi yang memadai. Jadi itu asumsi dan perkiraan saja,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Health | Kamis, 12 Juni 2025 | 20:45 WIB

Alert! Kasus Covid-19 Indonesia Naik Lagi, Vaksin Masih Gratis?

Alert! Kasus Covid-19 Indonesia Naik Lagi, Vaksin Masih Gratis?

Health | Senin, 11 Desember 2023 | 11:54 WIB

7 Gejala Omicron Kraken, Paling Cepat Menular Dibanding Varian Lain

7 Gejala Omicron Kraken, Paling Cepat Menular Dibanding Varian Lain

Health | Kamis, 12 Januari 2023 | 06:40 WIB

6 Gejala Omicron BF.7 yang Banyak Dikeluhkan, Varian Sudah Masuk Indonesia!

6 Gejala Omicron BF.7 yang Banyak Dikeluhkan, Varian Sudah Masuk Indonesia!

News | Jum'at, 30 Desember 2022 | 21:45 WIB

Covid-19 Subvarian Omicron BN.1 Masuk Jakarta, 24 Orang Sudah Terpapar

Covid-19 Subvarian Omicron BN.1 Masuk Jakarta, 24 Orang Sudah Terpapar

News | Jum'at, 09 Desember 2022 | 19:34 WIB

Omicron XBB Merebak, Kemenkes Minta Seluruh Provinsi di Indonesia Batasi Izin Konser

Omicron XBB Merebak, Kemenkes Minta Seluruh Provinsi di Indonesia Batasi Izin Konser

Health | Kamis, 10 November 2022 | 19:10 WIB

Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19, Apa Itu Omicron XBB dan Gejalanya?

Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19, Apa Itu Omicron XBB dan Gejalanya?

News | Kamis, 10 November 2022 | 13:51 WIB

Covid-19 Jenis XBB Masuk Indonesia: Siapa Saja yang Rentan Terinfeksi dan Bagaimana Cara Penularannya?

Covid-19 Jenis XBB Masuk Indonesia: Siapa Saja yang Rentan Terinfeksi dan Bagaimana Cara Penularannya?

Health | Jum'at, 04 November 2022 | 12:57 WIB

Heboh Infeksi Covid-19 Varian XBB Tidak Terdeteksi Lewat Antigen, Satgas IDI Beberkan Faktanya

Heboh Infeksi Covid-19 Varian XBB Tidak Terdeteksi Lewat Antigen, Satgas IDI Beberkan Faktanya

Health | Kamis, 03 November 2022 | 06:10 WIB

Waspada Varian Omicron XBB! Rentan Menginfeksi Orang yang Belum Pernah Sakit Covid-19

Waspada Varian Omicron XBB! Rentan Menginfeksi Orang yang Belum Pernah Sakit Covid-19

Health | Kamis, 03 November 2022 | 15:05 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×