alexametrics

Capaian Imunisasi Rutin Turun, Kemenkes Waspadai Terjadinya KLB Penyakit

M. Reza Sulaiman
Capaian Imunisasi Rutin Turun, Kemenkes Waspadai Terjadinya KLB Penyakit
ilustrasi imunisasi. (ANTARA)

Kementerian Kesehatan menyebut risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) meningkat di sejumlah daerah di Indonesia. Apa ya penyebabnya?

Suara.com - Kementerian Kesehatan menyebut risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) meningkat di sejumlah daerah di Indonesia. Penyebabnya, capaian imunisasi rutin yang menurun di masa pandemi COVID-19.

"Potensi adanya kejadian luar biasa di tengah pandemi COVID-19 seperti yang pernah disampaikan Dirjen P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) bahwa cakupan imunisasi rutin kita mengalami penurunan terutama sejak terjadinya pandemi COVID-19, sehingga anak-anak menjadi rentan terkena penyakit yang harusnya bisa dicegah dengan imunisasi," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.

Dia menyatakan saat ini data per Oktober 2021, pihaknya mencatat baru 31,5 persen dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia yang telah mencapai target imunisasi dasar lengkap.

"Dan beberapa wilayah sudah melaporkan kejadian baik itu sifatnya sporadik ataupun sudah masuk dalam kategori kejadian luar biasa," ujar dia.

Baca Juga: Capaian Imunisasi Rutin Turun, Baru Capai 54,8 Persen

Ilustrasi bakteri corynebacterium diphtheriae penyebab difteri. [shutterstock]
Ilustrasi bakteri corynebacterium diphtheriae penyebab difteri. [shutterstock]

Nadia meminta masyarakat segera hubungi Puskesmas setempat jika menemukan anak dengan lumpuh layuh akut, demam disertai bintik-bintik merah atau nyeri tenggorokan, untuk mendapatkan penanganan segera

Bersamaan, ia juga mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk dapat memberikan perhatian juga pada cakupan imunisasi anak-anak di wilayahnya.

“Upaya untuk melengkapi cakupan imunisasi rutin perlu dilakukan terutama di saat pandemi COVID-19 dapat kita kendalikan seperti saat ini,” ujarnya.

Kemudian, Nadia mengimbau masyarakat untuk bijak menyikapi relaksasi berbagai kegiatan, serta selektif memilih kegiatan-kegiatan yang prioritas saja dengan mengedepankan protokol kesehatan.

“Kita semua bisa berkontribusi dalam penanganan COVID-19. Apapun posisi kita, kita harus mampu untuk mengedukasi, mengubah perilaku, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi COVID-19,” demikian Nadia. [ANTARA]

Baca Juga: Penyakit Menular Meningkat, IDAI Minta Imunisasi Dipercepat Untuk Cegah KLB

Komentar