alexametrics

Hari Disabilitas Internasional, Ini 5 Pesan Penting dari WHO Tentang Disabilitas

M. Reza Sulaiman
Hari Disabilitas Internasional, Ini 5 Pesan Penting dari WHO Tentang Disabilitas
Seorang penumpang berada di dalam gerbong kereta commuter line yang dipasangi tanda kampanye inklusif tentang disabilitas yang berhenti di Stasiun Jatinegara, Jakarta, Jumat (15/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

WHO menyebut Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember merupakan momen tepat untuk mengampanyekan pentingnya kesetaraan akses.

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember merupakan momen tepat untuk mengampanyekan pentingnya kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas.

Dalam situs resminya, WHO mengatakan saat ini ada lebih dari 1 miliar orang di dunia yang mengalami disabilitas. Jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun akibat masyarakat yang menua dan mengalami penyakit tidak menular.

Sayangnya, peningkatan jumlah penyandang disabilitas masih belum diimbangi dengan program-program dan mekanisme bagi mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik.

"Penyandang disabilitas bisa merasakan ketidaksetaraan karena daerah tempat tinggal, akses terhadap layanan kesehatan, edukasi, serta pekerjaan," tulis WHO dalam pernyataannya.

Baca Juga: Karya Penyandang Disabilitas Mejeng di Galeri Seni Jerman

Logo Hari Disabilitas Internasional 2021 (kemensos)
Logo Hari Disabilitas Internasional 2021 (kemensos)

Untuk di momen Hari Disabilitas Sedunia kali ini, WHO menyampaikan 5 pesan penting, yakni:

  1. Disabilitas bisa menyerang siapa saja, termasuk kita, saat memasuki usia lansia.
  2. WHO akan terus mendukung negara-negara di dunia untuk mengedepankan akses layanan kesehatan yang inklusif terutama bagi penyandang disabilitas.
  3. Pandemi Covid-19 membuat penyandang disabilitas makin kesulitan karena fasilitas kesehatan yang sulit diakses dan diskriminasi yang terjadi.
  4. Pengambilan kebijakan terkait penyandang disabilitas perlu melibatkan perwakilan langsung, agar solusi yang diambil bisa dimanfaatkan secara maksimal.
  5. Pelayanan kesehatan nasional yang memberikan akses setara bagi penyandang disabilitas memberikan manfaat besar bagi pembangunan kesehatan suatu negara.

Pandemi Covid-19 yang terjadi tidak seharusnya membuat penyandang disabilitas terpinggirkan. WHO mengatakan ke depannya, diperlukan sistem kesehatan yang kuat agar penyandang disabilitas bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

"WHO selalu mendukung negara-negara anggota dan partner lainnya untuk berkomitmen memberikan penyandang disabilitas terlibat dalam pengambilan keputusan sektor kesehatan," tulisnya.

Komentar