9 Efek Samping yang Bisa Terjadi Jika Terlalu Banyak Minum Teh

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 05 Desember 2021 | 17:31 WIB
9 Efek Samping yang Bisa Terjadi Jika Terlalu Banyak Minum Teh
Ilustrasi: Efek samping akibat minum teh. [unsplash]

Suara.com - Seperti kopi, teh seolah jadi minuman wajib bagi sebagian orang. Inggris bahkan memiliki budaya minum teh setiap sore, terutama bagi keluarga bangsawan.

Berbagai penelitian ilmiah juga membuktikan bagaimana senyawa tanaman dalam teh dapat berperan dalam mengurangi risiko kondisi kronis, seperti kanker, obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Namun bila dikonsumsi terlalu banyak, teh juga bisa menimbulkan efek samping bagi tubuh. Dikatakan minum teh lebih dari 3 atau 4 cangkir sehari, atau setara 710-950 ml, dapat menimbulkan beberapa efek samping negatif.

Dikutip dari Healthline, berikut 9 kemungkinan efek samping akibat minum teh terlalu banyak.

Ilustrasi teh. (Unsplash/Joanna Kosinska)
Ilustrasi teh. (Unsplash/Joanna Kosinska)

1. Mengurangi Penyerapan Zat Besi
Teh kaya akan sumber senyawa tanin yang dapat mengikat zat besi dalam makanan tertentu. Akibatnya, jika senyawa tanin terlalu banyak, maka zat besi tidak tersedia untuk diserap di saluran pencernaan.

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa tanin dalam teh lebih mungkin menghambat penyerapan zat besi dari sumber nabati daripada dari makanan hewani.

Jumlah tanin yang ada dalam teh sangat bervariasi tergantung pada jenis dan cara penyajiannya. Karena itu, membatasi konsumsi hingga 3 cangkir (710 ml) per hari jadi batas aman.

2. Meningkatnya Kecemasan, Stres, dan Kegelisahan
Daun teh secara alami mengandung kafein. Terlalu banyak mengonsumsi kafein dari teh, atau sumber lainnya, dapat menyebabkan perasaan cemas, stres, dan gelisah.

Secangkir teh rata-rata (240 ml) mengandung sekitar 11-61 mg kafein, tergantung dari jenis dan metode pembuatannya.

Teh hitam cenderung mengandung lebih banyak kafein daripada jenis teh hijau dan putih. Selain itu, semakin lama teh diseduh akan semakin tinggi kandungan kafeinnya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa dosis kafein di bawah 200 mg per hari tidak mungkin menyebabkan kecemasan yang signifikan pada kebanyakan orang. Namun, beberapa orang lebih sensitif terhadap efek kafein.

3. Kurang Tidur
Karena teh secara alami mengandung kafein, asupan yang berlebihan dapat mengganggu siklus tidur juga. Melatonin merupakan hormon yang memberi sinyal pada otak bahwa sudah waktunya untuk tidur.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat produksi melatonin, yang mengakibatkan kualitas tidur jadi buruk.

4. Mual
Senyawa tertentu dalam teh dapat menyebabkan mual, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau saat perut kosong.

Tanin dalam daun teh akan menimbulkan rasa pahit dan kering pada teh. Sifat astringen tanin juga dapat mengiritasi jaringan pencernaan. Sehingga berpotensi menyebabkan gejala tidak nyaman, seperti mual atau sakit perut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gemuruh Lahar Semeru dan Akhir Perjamuan di Warung Kopi Pak Rohi

Gemuruh Lahar Semeru dan Akhir Perjamuan di Warung Kopi Pak Rohi

Malang | Minggu, 05 Desember 2021 | 13:10 WIB

Daftar Asuransi Efek Samping Vaksin Covid-19 Sekarang Yuk, Gratis Loh!

Daftar Asuransi Efek Samping Vaksin Covid-19 Sekarang Yuk, Gratis Loh!

Health | Jum'at, 03 Desember 2021 | 23:16 WIB

Ilmuwan Temukan Pemicu Efek Samping Pembekuan Darah Setelah Vaksinasi

Ilmuwan Temukan Pemicu Efek Samping Pembekuan Darah Setelah Vaksinasi

News | Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:15 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB