Waduh, Ilmuwan Temukan Versi Lain Varian Omicron yang Sulit Terdeteksi

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 09 Desember 2021 | 08:11 WIB
Waduh, Ilmuwan Temukan Versi Lain Varian Omicron yang Sulit Terdeteksi
Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Omicron. (Dok. Envato)

Suara.com - Di tengah hebohnya kemunculan varian Omicron, para ilmuwan berpikir bahwa ada virus corona Covid-19 versi lain dari varian Omicron yang mungkin lebih sulit dilacak.

Virus corona Covid-19 versin lain ini diperkirakan sudah berkembang bersama-sama dengan varian virus corona lainnya, yang berpotensi mengancam dan membuat dunia susah terbebas dari pandemi.

Para ilmuwan menyebutnya sebagai virus corona Covid-19 versi "siluman" karena lebih sulit untuk membedaknnya dengan varian virus corona lain, meskipun menggunakan tes PCR.

Virus corona Covid-19 versi lain yang berkembang sembunyi-sembunyi ini sama seperti varian Omicron yang memiliki banyak mutasi. Tapi, nampaknya tidak ada satu pun yang memungkinkan laboratorium untuk menemukan kasus tersebut.

Bentuk baru virus corona Covid-19 pertama kali terlihat di Afrika Selatan, Austria, dan Kanada tanpa ada satu pun dari 7 kasus yang diketahui di Inggris.

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19, varian Omicron (Pixabay/mohamed_hassan)

Kepala kesehatan Australia pertama kali mengungkapkan penemuan virus corona Covid-19 versi lain (BA.2) ini beberapa hari lalu.

Versi lain virus corona Covid-19 ini ditemukan pada seorang pria Afrika Selatan yang telah melakukan perjalanan dari Gauteng di tengah lonjakan kasus varian Omicron.

Studi awal menunjukkan kerabat varian mutan memiliki set mutasi sendiri. Versi lain virus corona Covid-19 ini bisa lebih menular dibandingkan varian Delta dan kebal terhadap vaksin Covid-19 seperti varian Omicron.

"Kami di sini mengumumkan versi baru varian Omicron yang pertama kali di dunia," kata Yvette D'Ath, Menteri Kesehatan Queensland dikutip dari The Sun.

baca juga

Chief Health Officer, Peter Aitken mengatakan para ahli menemukan perbedaan klasifikasi Omicron penuh dan normal. Varian Omicron ini perlu diklasifikasi ulang karena memiliki cukup banyak gen, tetapi belum diketahui tingkat keparahan klinis dan efektivitas vaksin Covid-19 untuk melawannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkab Bekasi Sebut Empat Warga Jakarta Terpapar Omicron, Dinkes DKI: Hoaks

Pemkab Bekasi Sebut Empat Warga Jakarta Terpapar Omicron, Dinkes DKI: Hoaks

Jakarta | Rabu, 08 Desember 2021 | 21:17 WIB

Varian Omicron Mengancam, Pengusaha Yakin Prospek Bisnis Masih Gemilang Tahun Depan

Varian Omicron Mengancam, Pengusaha Yakin Prospek Bisnis Masih Gemilang Tahun Depan

News | Rabu, 08 Desember 2021 | 20:31 WIB

Tingkat Keparahan Varian Omicron versus Delta dan Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Tingkat Keparahan Varian Omicron versus Delta dan Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Health | Rabu, 08 Desember 2021 | 19:56 WIB

Terkini

Daftar Bank Penerbit Kartu Kredit Indonesia (KKI) Bebas Biaya dan Ketentuannya

Daftar Bank Penerbit Kartu Kredit Indonesia (KKI) Bebas Biaya dan Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:41 WIB

Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu

Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu

Jogja | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Modifikasi BMW Passato dari Indonesia Siap Tampil di SEMA Show 2026 Las Vegas

Modifikasi BMW Passato dari Indonesia Siap Tampil di SEMA Show 2026 Las Vegas

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Petani Bakal Bisa Pinjam Modal dengan Jaminan Hasil Panen, Bunga 6 Persen

Petani Bakal Bisa Pinjam Modal dengan Jaminan Hasil Panen, Bunga 6 Persen

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:32 WIB

Dari Telur Asin hingga Beras Biosalin, Kisah Ibu-ibu Mangunharjo Merajut Kemandirian Lewat Mami Sera

Dari Telur Asin hingga Beras Biosalin, Kisah Ibu-ibu Mangunharjo Merajut Kemandirian Lewat Mami Sera

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:29 WIB

Mengenal Carbon Trading: Saat Krisis Iklim Bertemu Logika Pasar

Mengenal Carbon Trading: Saat Krisis Iklim Bertemu Logika Pasar

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:25 WIB

12 Tips Mengatasi Stres Berdasarkan Zodiak, Cara Gemini dan Scorpio Berbeda

12 Tips Mengatasi Stres Berdasarkan Zodiak, Cara Gemini dan Scorpio Berbeda

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Di Tengah Persaingan Industri Bahan Bangunan, Semen Gresik Perkuat Kepercayaan Konsumen

Di Tengah Persaingan Industri Bahan Bangunan, Semen Gresik Perkuat Kepercayaan Konsumen

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Bos BEI Buka Suara Keputusan FTSE Russell yang Tunda Reblancing Saham Indonesia

Bos BEI Buka Suara Keputusan FTSE Russell yang Tunda Reblancing Saham Indonesia

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:18 WIB

Flek Hitam Akibat Paparan Sinar Blue Light Layar HP dan Laptop, Benarkah Bisa Terjadi?

Flek Hitam Akibat Paparan Sinar Blue Light Layar HP dan Laptop, Benarkah Bisa Terjadi?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:17 WIB

×