Booster Vaksin Pfizer Diklaim Bisa Netralisir Varian Omicron

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 09 Desember 2021 | 13:44 WIB
Booster Vaksin Pfizer Diklaim Bisa Netralisir Varian Omicron
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Coşkun)

Suara.com - Ada kabar baik bagi perkembangan virus corona varian omicron. Booster vaksin Pfizer diduga dapat menetralisir varian Omicron.

Pfizer Inc. dan BioNTech SE baru-baru ini membagikan berita tersebut melalui pernyataan yang mengumumkan hasil dari studi laboratorium awal yang menunjukkan kemampuan vaksin untuk mengekang varian Omicron dengan dosis ke-3.

Studi tambahan juga menunjukkan bahwa booster vaksin Pfizer dapat meningkatkan antibodi hingga 25 kali lipat.

“Menurut data awal perusahaan, dosis ketiga memberikan tingkat antibodi penetral yang sama terhadap Omicron seperti yang diamati setelah dua dosis terhadap tipe liar dan varian lain yang muncul sebelum Omicron”, mereka berbagi.

Pfizer-BioNTech berharap bahwa dosis ketiga vaksin mereka akan membantu melindungi dunia dari penyebaran Omicron.

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

“Set data awal dan pertama kami menunjukkan bahwa dosis ketiga masih dapat menawarkan tingkat perlindungan yang cukup dari penyakit dengan tingkat keparahan apa pun yang disebabkan oleh varian Omicron.”

“Kami terus bekerja pada vaksin yang diadaptasi yang, kami percaya, akan membantu mendorong tingkat perlindungan yang tinggi terhadap penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh Omicron serta perlindungan yang lebih lama dibandingkan dengan vaksin saat ini”, kata Ugur Shain, MD, CEO dan Co-Founder BioNTech.

 Ilmuwan menemukan versi tambahan varian Omicron, yang kemungkinan membuat virus lebih sulit dikenali oleh tes PCR (polymerase chain reaction).

Seperti diketahui, virus corona varian Omicron asli memiliki banyak mutasi, yang disebut sudah lebih dari 30 kali mutasi. Namun, kini ilmuwan menemukan versi tambahan keturunan varian Omicron.

 Hal inilah yang membuat peneliti mengusulkan adanya pemisahan garis keturunan Omicron yang dikenal B11529.

Disarankan pemisahan dua sub-garis keturunan Omicron. BA.1 untuk versi Omicron yang awalnya diidentifikasi, dan BA.2 untuk versi tambahan yang baru ditemukan.

Pemisahan itu disarankan diterapkan di Cov-Lineage, sistem online yang digunakan untuk mendokumentasikan garis keturunan SARS-CoV-2 dan penyebarannya.

"Ada dua garis keturunan dalam Omicron, BA.1 dan BA.2 yang cukup berbeda secara genetik. Dua garis keturunan ini kemungkinan berprilaku berbeda," ujar Francois Balloux, Direktur University College London Genetics Institute. mengutip Live Science, Kamis, (9/12/2021).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Johny G Plate Soroti Fenomena Masyarakat Tunda Vaksin Demi Pilih Merek

Johny G Plate Soroti Fenomena Masyarakat Tunda Vaksin Demi Pilih Merek

Bali | Kamis, 09 Desember 2021 | 13:00 WIB

Istana Sebut Covid-19 Varian Omicron Serang 4 Orang di Bekasi Hoaks

Istana Sebut Covid-19 Varian Omicron Serang 4 Orang di Bekasi Hoaks

Sulsel | Kamis, 09 Desember 2021 | 13:00 WIB

Virus Omicron Disebut Mampu Turunkan Antibodi 41 Kali

Virus Omicron Disebut Mampu Turunkan Antibodi 41 Kali

Batam | Kamis, 09 Desember 2021 | 11:41 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB