alexametrics

Sebanyak 4,7 Juta Vaksin Covovax Dan Pfizer Mendarat Di Jakarta dan Semarang

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
Sebanyak 4,7 Juta Vaksin Covovax Dan Pfizer Mendarat Di Jakarta dan Semarang
ILUSTRASI: Suasana Kedatangan Vaksin AstraZeneca tahap ke-147, Minggu (5/12/2021) (ANTARA/HO-Amiriyandi/InfoPublik/Kominfo)

Sementara 767.520 dosis Vaksin Pfizer mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang dan langsung didistribusikan ke Dinas Kesehatan Jawa Tengah

Suara.com - Indonesia kembali kedatangan sekitar 4,7 juta dosis Vaksin Covovax dan Vaksin Pfizer yang merupakan kedatangan vaksin tahap ke-149 dan ke-150. Sebanyak 4 juta dosis Vaksin Covovax mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (8/12/2021) malam.

Sementara 767.520 dosis Vaksin Pfizer mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang dan langsung didistribusikan ke Dinas Kesehatan Jawa Tengah.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebut dengan kedatangan vaksin kali ini, total sudah 400 juta dosis lebih vaksin COVID-19 yang didatangkan, baik dalam bentuk bulk atau bahan baku maupun vaksin jadi.

"Pemerintah Indonesia sudah sejak awal, mendahului banyak negara lain, melakukan aktivitas yang diperlukan, baik melalui jalur bilateral dan multilateral, untuk mendapatkan vaksin COVID-19 demi melindungi rakyat Indonesia dari ancaman virus COVID-19," kata Jhonny, Kamis (9/12/2021).

Baca Juga: Info Vaksin Surabaya 9 Desember 2021 Catat Tempat dan Waktunya

Dia meminta masyarakat untuk segera mendapatkan vaksinasi Covid-19 di tempat pelayanan kesehatan terdekat, tanpa memilih-milih merek vaksin karena semua vaksin sama dan dijamin aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Banyaknya merek vaksin bukan diartikan bahwa masyarakat bisa memilih untuk disuntikkan dengan vaksin merek tertentu. Segerakan divaksinasi demi melindungi diri, keluarga, dan orang terdekat," tegasnya.

Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.258.340 orang Indonesia, masih terdapat 5.363 kasus aktif, 4.109.068 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 143.909 jiwa meninggal dunia.

Pemerintah juga telah menyuntikkan 144,178,410 dosis (69.23 persen) vaksin pertama dan 100,802,724 dosis (48.40 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Baca Juga: Penelitian: Campuran Vaksin Pfizer dan Moderna Tingkatkan Respons Kekebalan

Komentar