facebook

Taiwan Laporkan Kasus Virus Corona Varian Omicron Pertama

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Taiwan Laporkan Kasus Virus Corona Varian Omicron Pertama
Omicron. (Dok. Envato)

Penumpang itu merupakan seorang Perampuan Taiwan berusia 30-an yang kembali pada 8 Desember.

Suara.com - Taiwan telah mencatat kasus pertama virus corona varian Omicron. Temuan ini terdeteksi pada seorang penumpang yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Afrika Selatan Eswatini, ucap Pejabat Kesehatan pada Sabtu (11/12/2021), kemarin.

Penumpang itu merupakan seorang Perampuan Taiwan berusia 30-an yang kembali pada 8 Desember. Menurut Central Epidemic Command Center, perempuan tersebut sekarang telah dikarantina di rumah sakit. 

Selain itu, penumpang yang duduk di dekatnya pada saat di pesawat, dinyatakan negatif.

Mengutip Medical Express, Taiwan melaporkan ada 10 kasus virus Covid-19 baru pada hari Sabtu, yang semuanya diidentifikasi pada pelancong yang masuk dari luar negeri.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Sebut Gejala Varian Omicron Ringan, Pasien Cukup Isoman

Ilustrasi nakes Eropa. (Getty Images)
Ilustrasi nakes Eropa. (Getty Images)

Taiwan sendiri mewajibkan karantina dua minggu yang ketat, pada saat kedatangan dan telah menutup perbatasan penerbangan. Selain itu, ada sedikit penularan komunitas di dalam perbatasan yang diikuti pembatasan pergerakan secara internal beberapa bulan terakhir.

Dikatakan WHO, Omicron masuk dalam kategori Variant Of Concern.  Para ilmuwan juga masih melakukan penelitian untuk menentukan bagaimana penularan varian tersebut, di mana ini dikatakan lebih menular dibanding varian Delta.

Taiwan sendiri telah melaporkan ada total 16.731 kasus Covid-19 dan 848 kematian.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, para ilmuwan dari Center For Epidemic Response and Innovation (CERI) di Stellenbosch, Afrika Selatan, percaya bahwa varian baru yang dikenal B. 1. 1. 529 ini, bertanggung jawab atas peningkatan kasus penularan.

Dilaporkan, selain Afrika Selatan yang menjadi deteksi pertama varian Omicron, varian ini juga terdeteksi di negara lainnya. Adapun Botswana, Hong Kong, Eropa, Kanada, Israel, Jepang, Amerika Serikat, dan negara lainnya.

Baca Juga: Booster Pfizer Diklaim Mampu Melindungi dari Omicron

Komentar