Meski Bisa Disembuhkan, Leukemia Pada Anak Masih Bisa Kambuh

Risna Halidi | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 13 Desember 2021 | 09:43 WIB
Meski Bisa Disembuhkan, Leukemia Pada Anak Masih Bisa Kambuh
Ilustrasi leukemia alias kanker darah. (Dok. Envato)

Suara.com - Leukemia merupakan jenis kanker yang paling diderita kelompok anak. Jumlahnya mencapai 30-35 persen dari seluruh kanker pada anak.

Hal tersebut juga terlihat berdasarkan data dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) di mana kasus leukemia terus bertambah 167 setiap tahunnya sejak 200-2017.

Dijelaskan Dr. Hikari Ambara Sjakti SpA(K), leukemia merupakan keganasan pada sumsum tulang sebagai pabrik sel-sel darah, sehingga menyebabkan banyak kelainan darah. Kanker ini paling sering ditemukan di usia balita 2-5 tahun.

"Penyebab leukemia adalah kelainan genetik yang tidak bisa dicegah, faktor lingkungan dan lain sebagainya. Karena sel-sel kanker merusak sum-sum tulang sebagai pabrik sel darah, beberapa gejalanya bervariasi," jelas dia dalam webinar Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) bersama RSCM dan Rumah Sakit Kanker Dharmais, belum lama ini.

Beberapa di antaranya, lanjut Dr. Hikari ialah anemia karena kekurangan sel darah merah atau hemoglobin, trombositopenia, yang menyebabkan anak kerap mengalami perdarahan di berbagai tubuh, kelainan peroduksi leukosit (terlalu rendah atau terlalu tinggi), dengan gejala anak mudah infeksi.

Gejala lain leukemia adalah demam hilang timbul, nyeri tulang, pucat, limfa dan hati membesar. Setelah didiagnosis, dipastikan pengobatan leukemia terdiri dari kemoterapi dan radiasi.

"Leukemia bisa sembuh dengan total karena leukemia merupakan salah satu jenis kanker dengan respon pengobatan yang sangat baik," tambah dia.

Meskipun begitu, tetap ada peluang kambuh atau relaps dengan durasi yang cukup bervariasi. Ada yang segera yakni kurang dari 18 bulan setelah menyelesaikan terapi. Sebagian lagi kambuh dalam waktu 18-36 bulan, dan adapula yang lebih dari 3 tahun setelah menyelesaikan pengobatan.

Lokasi kambuhnya leukemia bisa bersifat sistemik atau lokal. Jika kembali tumbuh di sel-sel sum-sum tulang maka disebut sistemik. Namun, sebagian kasus bersifat lokal biasanya sel-sel kanker kembali tumbuh namun di lokasi tertentu seperti otak dan kelenjar testis pada anak laki-laki.

"Gejala leukemia kambuh secara lokal adalah nyeri kepala yang makin lama main berat, testis membesar dan kejang. Karena itulah, deorang penyintas leukemia anak harus rajin kontrol ke dokter sehingga jika relaps bisa diterapi secepat mungkin," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minum Suplemen Asam Folat Dapat Menurunkan Risiko Kanker, tapi Jangan Sampai Berlebihan

Minum Suplemen Asam Folat Dapat Menurunkan Risiko Kanker, tapi Jangan Sampai Berlebihan

Health | Minggu, 12 Desember 2021 | 11:39 WIB

Ketua Yayasan Kanker: Pembedahan Jadi Terapi Utama Untuk Pengobatan Kanker

Ketua Yayasan Kanker: Pembedahan Jadi Terapi Utama Untuk Pengobatan Kanker

Health | Sabtu, 11 Desember 2021 | 19:21 WIB

Hasil Survei: Karakteristik Sel Kanker Pada Pasien Kanker Usus Besar di Indonesia Beragam

Hasil Survei: Karakteristik Sel Kanker Pada Pasien Kanker Usus Besar di Indonesia Beragam

Health | Sabtu, 11 Desember 2021 | 19:16 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB