Dokter Ungkap Sebab Autoimun Lupus Lebih Rentan Terjadi Pada Perempuan

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 14 Desember 2021 | 14:30 WIB
Dokter Ungkap Sebab Autoimun Lupus Lebih Rentan Terjadi Pada Perempuan
Penyakit autoimun. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit autoimun lupus lebih rentan terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Dokter spesialis penyakit dalam dr. Singgih Wahono, Sp.PD., menjelaskan, hal itu terjadi karena faktor hormon estrogen yang ada dalam tubuh perempuan. 

"Salah satu yang utama adalah faktor hormonal terutama estrogen, itu yang membuat cenderung terjadi autoimun lupus. Bisa juga diturunkan (dari orangtua), tapi kemungkinannya kecil," jelas dokter Singgih dalam webinar Perhimpunan Reumatologi Indonesia, Selasa (14/12/2021).

Kebanyakan autoimun lupus terjadi saat masih usia muda lantaran jumlah hormon estrogen masih banyak. Meski begitu, dokter Singgih menekankan bahwa penyakit autoimun apa pun tidak bisa hanya disebabkan satu faktor. 

Seperti penyakit lupus juga bisa terjadi akibat gaya hidup sehat sehat, paparan sinar UV, dampak dari infeksi, juga faktor genetik. 

Yayasan Lupus Indonesia peringati Hari Lupus Dunia di kawasan Buderan HI, Jakarta, Minggu (10/5).
Yayasan Lupus Indonesia peringati Hari Lupus Dunia di kawasan Buderan HI, Jakarta, Minggu (10/5).

Meski kasus autoimun lupus pada laki-laki lebih sedikit, gejala yang terjadi sama saja dengan perempuan. Salah satunya yang khas muncul ruam di kulit. Hanya saja, letaknya bisa berbeda-beda pada setiap orang.

"Yang paling sering dari penyakit lupus itu ruam-ruam pada kulit, termasuk ruam kupu-kupu di pipi, radang dan nyeri sendi atau artritis, luka di mulut, seperti sariawan. Ada juga rambut rontok," jelasnya.

"Tapi bukan berarti dia sariawan saja atau rambut rontok berarti lupus. Perlu ada gejala lain. Seperti, cairan di rongga paru, lebih cepat capek biasanya, juga demam berulang," tambah dokter Singgih.

Apabila muncul beberapa gejala tersebut, disarankan untuk segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Pengecekan awal biasanya dilakukan dengan wawancara dari dokter atau anamnesis. 

"Kemudian dilanjutkan dengan tes laboratorium minimal untuk lupus dilakukan cek darah perifer lengkap, Hb, leukosit, trombosit. Kemudian Urin lengkap. Lalu, autoantibodi dalam darah, ANA test, anti-dsDNA," paparnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tungkai Lengan Sering Lemas? Bisa Jadi Gejala Rematik Autoimun Dampak Long Covid-19

Tungkai Lengan Sering Lemas? Bisa Jadi Gejala Rematik Autoimun Dampak Long Covid-19

Health | Sabtu, 04 Desember 2021 | 14:00 WIB

Apakah Pasien Sembuh dari COVID-19 bisa terserang Reumatik Autoimun? Ini Kata Dokter

Apakah Pasien Sembuh dari COVID-19 bisa terserang Reumatik Autoimun? Ini Kata Dokter

Sumsel | Sabtu, 04 Desember 2021 | 08:20 WIB

Titi DJ Blak-blakan Soal Sakit Autoimun, Nyerang Bagian Kulitnya

Titi DJ Blak-blakan Soal Sakit Autoimun, Nyerang Bagian Kulitnya

Entertainment | Kamis, 25 November 2021 | 15:43 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×