Lelaki Selandia Baru Dilaporkan Dapat 10 Dosis Vaksin Dalam Sehari, Apa Efeknya?

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Rabu, 15 Desember 2021 | 10:15 WIB
Lelaki Selandia Baru Dilaporkan Dapat 10 Dosis Vaksin Dalam Sehari, Apa Efeknya?
ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Envato]

Suara.com - Seorang lelaki asal Selandia Baru diduga mendapat 10 dosis vaksin Covid-19 yang disuntikkan hanya dalam satu hari, setelah dibayar oleh orang lain untuk mendapatkan suntikan atas nama mereka.

Dilansir Oddity Central saat ini Selandia Baru memang sedang mengejar tingkat vaksinasi lengkap 90 persen sebelum Natal. 

Namun sayangnya, masih banyak warga yang mtidak mau melakukan vaksinasin, namun tetap mengincar sertifikat vaksin untuk memudahkan berbagai aktivitas mereka.

Jadi, mereka dilaporkan mencoba untuk menghindari sistem dengan membayar orang lain untuk mendapatkan vaksinasin atas nama mereka. Dan, dengan harga tersebut, orang-orang rupanya rela disuntik hingga 10 dosis vaksin ke dalam tubuh mereka.

Pekan lalu, situs berita Selandia Baru, Stuff melaporkan kasus mengejutkan dari seorang lelaki yang tidak disebutkan namanya. Ia diduga telah melakukan vaksinasi Covid-19 hingga 10 kali dalam satu hari atas nama orang lain, mendorong penyelidikan oleh Kementerian Kesehatan.

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

Orang tersebut dilaporkan mengunjungi beberapa pusat vaksinasi di Auckland dan menerima vaksin Covid-19 beberapa kali atas nama orang lain yang membayar "layanan" tersebut. 

Dia bisa melakukannya karena, untuk mendapatkan suntikan, seseorang hanya perlu memberikan nama, tanggal lahir, dan alamat fisiknya kepada petugas kesehatan. Tidak diperlukan identifikasi foto.

“Orang-orang yang tidak memiliki bentuk identifikasi foto adalah orang-orang yang tidak proporsional dalam kelompok rentan – tunawisma atau transien, orang tua, orang muda, orang cacat – dan kami tidak ingin membuat hambatan untuk vaksinasi mereka,” juru bicara untuk kampanye vaksinasi mengatakan.

Meskipun tidak ada data tentang efek penggunaan vaksin dengan cara ini, ahli vaksin mengatakan bahwa orang tersebut mungkin tidak menderita bahaya serius. 

baca juga

Namun, mereka mungkin perlu mengatasi efek samping yang lebih intens seperti demam, sakit kepala, dan nyeri umum, tetapi tidak ada yang terlalu serius.

“Kami tahu bahwa dosis yang lebih tinggi menghasilkan reaksi vaksin yang lebih umum, seperti demam dan sakit kepala dan nyeri, jadi mungkin dia akan merasa sangat pusing keesokan harinya,” kata Helen Petousis-Harris, dari University of Auckland.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunjungi Aceh, Mendagri Ajak Semua Pihak Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kunjungi Aceh, Mendagri Ajak Semua Pihak Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

News | Rabu, 15 Desember 2021 | 09:47 WIB

Vaksinasi Anak di Bali Dimulai, Siswa Kelas 2 SD Ini Tak Takut Demi Cepat Sekolah

Vaksinasi Anak di Bali Dimulai, Siswa Kelas 2 SD Ini Tak Takut Demi Cepat Sekolah

Bali | Rabu, 15 Desember 2021 | 09:44 WIB

63,3 Persen Warga Mamuju Sudah Menerima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

63,3 Persen Warga Mamuju Sudah Menerima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

Sulsel | Rabu, 15 Desember 2021 | 08:30 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×