Sakit Perut Sebelah Kanan Bawah, Apa Sebabnya?

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Senin, 20 Desember 2021 | 15:24 WIB
Sakit Perut Sebelah Kanan Bawah, Apa Sebabnya?
Ilustrasi sakit perut. (Shutterstock)

Suara.com - Nyeri seringkali merupakan gejala dari masalah kesehatan yang mendasarinya dan salah satu area tubuh yang dapat mengalami nyeri hebat adalah perut kanan bawah. Lantas, apa penyebab sakit perut sebelah kanan bawah? Apakah perlu dikhawatirkan?

Diketahui, perut memiliki empat kuadran, yaitu kanan atas, kanan bawah, kiri atas, dan kiri bawah. Selain itu, ada tiga daerah di perut tengah, yaitu daerah epigastrium, pusar, dan hipogastrik.

Setiap area perut, ada organ atau bagian tertentu dari sistem pencernaan. Misalnya, bagian kanan atas perut adalah tempat hati, kandung empedu, ginjal kanan, dan pankreas. Di kuadran kiri atas, tedapat lambung, ginjal kiri, dan limpa. 

Sedangkan untuk kuadran kiri bawah adalah tempat usus kecil, usus besar, ureter, dan vena besar atau arteri ke vena berada. Terakhir, daerah perut kanan bawah merupakan tempat apendiks, kolon asendens, dan bagian dari organ reproduksi wanita.

Penyebab sakit perut sebelah kanan bawah

Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan sakit perut sebelah kanan bawah. Tapi salah satu penyebab paling umum adalah radang usus buntu. Selain itu, ada penyebab lainnya yaitu sebagai berikut:

  • Kolitis atau radang usus besar
  • Divertikulitis atau radang kantung usus besar
  • Penyakit radang usus
  • Sindrom iritasi usus besar
  • Penyakit pada organ reproduksi wanita (Kehamilan ektopik atau kehamilan yang terjadi di luar rahim)
  • Fibroid rahim (tumor otot dinding rahim)
  • Tumor atau massa ovarium, dengan atau tanpa puntiran
  • Penyakit radang panggul

Apakah perlu dikhawatirkan? 

Sakit perut sebelah kanan bawah harus ditanggapi dengan serius serta perlu dikhawatirkan jika sudah parah dan disertai dengan gejala seperti berikut:

  • Demam, nyeri dada, atau perasaan pingsan yang ekstrem
  • Muntah parah segera setelah makan
  • Masalah pernapasan
  • Denyut nadi tidak teratur
  • Kotoran berwarna gelap atau kehitaman
  • Muntah darah
  • Nyeri ringan yang menetap setelah dua hari
  • Nyeri memburuk, atau disertai dengan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Nyeri dengan kembung lebih dari dua hari, atau diare selama lebih dari lima hari
  • Nyeri dengan demam atau masalah kencing 

Segera periksakan kondisi Anda ke dokter jika mengalami sakit perut sebelah kanan bawah disertai gejala yang mengkhawatirkan di atas. Lebih cepat ditangani, maka akan lebih cepat terdeteksi dan diobati. Semoga artikel ini bermanfaat.
 
Kontributor: Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Perlu Selalu Ke Gym, Ini Cara Tingkatkan Kesehatan Otot di Rumah

Tak Perlu Selalu Ke Gym, Ini Cara Tingkatkan Kesehatan Otot di Rumah

Health | Senin, 20 Desember 2021 | 14:54 WIB

Daftar Obat Sakit Perut, dari Alami hingga Medis

Daftar Obat Sakit Perut, dari Alami hingga Medis

Health | Senin, 20 Desember 2021 | 14:43 WIB

Lockdown Saat Covid-19 Berpotensi Meningkatkan Intensitas Nyeri pada Wanita

Lockdown Saat Covid-19 Berpotensi Meningkatkan Intensitas Nyeri pada Wanita

Health | Senin, 20 Desember 2021 | 13:42 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB