Viral! Joki Vaksin Covid-19 Disuntik 16 Kali, Pakar Ingatkan Ancaman Autoimun

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 22 Desember 2021 | 14:41 WIB
Viral! Joki Vaksin Covid-19 Disuntik 16 Kali, Pakar Ingatkan Ancaman Autoimun
ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Envato]

Suara.com - Ketua Pengurus Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD, K-AI ingatkan potensi terjadinya autoimun bagi joki vaksin Covid-19.

Seperti diketahui, fenomena joki vaksin terkuak melalui aksi Abdul Rahim (49) Sulawesi Selatan, disuntik 16 kali vaksin Covid-19 dalam waktu 3 bulan, membuat masyarakat mempertanyakan efek kesehatan terhadap joki vaksin tersebut.

Dijelaskan Prof. Iris, bahwa jika lelaki tersebut memiliki potensi, bakat atau cikal bakal autoimun di tubuhnya, maka perilaku joki vaksin ini bisa menyebabkan pemantik terjadinya autoimun.

Autoimun adalah kondisi di mana saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat, atau organ tubuhnya sendiri.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

"Takutnya jadi autoimun, kalau orang itu punya bakat, dia autoimun bisa jadi nyata. Jadi yang tadinya lagi tidur dibangunin, kayak macan tidur yang dibangunkan kalau dia punya bakat," Prof. Iris saat dihubungi suara.com, Rabu (22/12/2021).

Apalagi profesor yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu menjelaskan, penyakit Covid-19 kerap membuat penderitanya mengalami auto-antibodi atau autoimun.

Termasuk juga vaksin Covid-19 yang diberikan kepada orang dengan autoimun, bisa menyebabkan kekambuhan gejala autoimun yang sebelumnya sudah terkendali.

Sehingga pemberian vaksin Covid-19 berkali-kali, tanpa rentang waktu yang tepat bisa berbahaya.

"Bisa saja (alami autoimun) kalau diberikan kesekian kali, karena antibodinya diaktivasi terus," terang Prof. Iris.

baca juga

Ini terjadi karena pemberian vaksinasi tidak bisa sembarangan, harus ada jarak rentang waktu yang dipatuhi sebelum diberikan.

"Makanya kan ada aturannya, jarak antara dosis satu dan dosis dua ada ketetapannya dan itu harus dipatuhi," jelas Prof. Iris.

Sehingga sebagai bentuk antisipasi, profesor yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu berharap joki vaksin itu menjalani pemeriksaan kadar antibodi, untuk melihat efek vaksin dalam tubuh pasien tersebut.

Seperti diketahui, Abdul Rahim menjadi joki vaksin dengan cara membawa KTP pelanggannya dan datang ke lokasi vaksinasi.

Mirisnya, petugas tidak memperhatikan wajah penerima vaksin, yang akhirnya membuat Abdul terus disuntik vaksin Covid-19 hingga 16 kali dalam waktu 3 bulan.

Melalui aksinya tersebut, Abdul menerima bayaran antara Rp80 ribu hingga Rp 800 ribu dari pelanggan, yang ia wakilkan untuk divaksinasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Empat Orang di Pinrang Rela Bayar Joki Demi Dapat Sertifikat Vaksin Covid-19

Empat Orang di Pinrang Rela Bayar Joki Demi Dapat Sertifikat Vaksin Covid-19

Sulsel | Rabu, 22 Desember 2021 | 11:51 WIB

Kronologi Warga Pinang Jadi Joki Vaksin, Mengaku Divaksin 16 Kali Tarif Berbeda

Kronologi Warga Pinang Jadi Joki Vaksin, Mengaku Divaksin 16 Kali Tarif Berbeda

Sumsel | Rabu, 22 Desember 2021 | 09:13 WIB

Viral Joki Vaksin di Pinrang, Polisi Periksa Dua Orang Saksi Diduga Pengguna Jasa

Viral Joki Vaksin di Pinrang, Polisi Periksa Dua Orang Saksi Diduga Pengguna Jasa

Sulsel | Selasa, 21 Desember 2021 | 18:36 WIB

Terkini

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Bri | Sabtu, 12 September 2026 | 00:00 WIB

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:55 WIB

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:45 WIB

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:38 WIB

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

News | Jum'at, 11 September 2026 | 22:36 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 22:02 WIB

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

Sumsel | Jum'at, 11 September 2026 | 21:50 WIB

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:20 WIB

×