Awas, Konsumsi Minuman Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Perut!

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 23 Desember 2021 | 16:00 WIB
Awas, Konsumsi Minuman Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Perut!
Ilustrasi minuman manis (Freepik.com/lifeforstock)

Suara.com - Kanker usus salah satu jenis kanker yang bisa menyerang siapa pun, sehingga perlu diwaspadai. Apalagi, sel-sel kanker cukup sulit ditangani karena mereka membelah dan berkembang biak di dalam tubuh sangat cepat.

Karena itu, sel-sel kanker ini bisa menyebar ke area tubuh lain sebelum terdeteksi. Hal itu pula yang menyebabkan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker lebih rendah dibandingkan penyakit lainnya, termasuk kanker usus.

Sebuah penelitian pun menemukan beberapa faktor risiko tak terduga yang bisa menyebabkan kanker usus. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal GUT mengaitkan konsumsi minuman manis dengan risiko kanker usus.

Minum dua atau lebih minuman manis setiap hari di masa dewasa berkaitan dengan risiko kanker usus 2 kali lipat sebeum usia 50 tahun, khususnya pada wanita.

Setiap satu gelas atau botol minuman manis meningkatakn risiko kanker usus 16 persen di masa dewasa. Sedangkan, segelas atau sebotol minuman manis meningkatkan risiko kanker usus 32 persen selama masa remaja.

Ilustrasi sakit perut, kanker perut (Pixabay)
Ilustrasi sakit perut, kanker perut (Pixabay)

Menurut British Medical Journal (BMJ) dilansir dari Express, minuman manis, seperti minuman ringan, minuman rasa buah, minuman olahraga dan energi merupakan sumber utama (39 persen) gula tambahan dalam makanan AS.

Guna menyelidiki hubungan antara minuman manis dan risiko kanker usus, para peneliti mengambil informasi yang diberikan oleh 95.464 peserta dalam Nurses' Health Study II, sebuah studi yang memantau 116.429 perawat terdaftar wanita AS berusia antara 25 dan 42 tahun saat pendaftaran pada tahun 1989.

Mereka juga melaporkan apapun makanan dan minuman yang dikonsumsi melalui kuesioner frekuensi makanan yang divalidasi setiap 4 tahun, mulai tahun 1991.

Berdasarkan 41.272 dari mereka melaporkan tentang apa dan berapa banyak mereka mengonsumsi minuman manis selama masa remaja (13-18 tahun) pada tahun 1998.

Tak lupa, peneliti juga mendata faktor risiko kanker usus lainnya, termasuk riwayat keluarga kanker usus, gaya hidup, penggunaan aspirin secara teratur atau obat antiinflamasi nonsteroid dan suplemen vitamin.

Pada tahun 1989, peserta juga diminta untuk mengingat status kesehatan, berat badan (BMI) dan gaya hidup mereka di masa remaja.

Selama 24 tahun pemantauan, 109 wanita mengembangkan kanker usus sebelum usia 50 tahun. Hal ini disebabkan oleh asupan minuman manis yang lebih tinggi di masa dewasa berkaitan dengan risiko penyakit yang lebih tinggi setelah memperhitungkan faktor risiko yang berpotensi berpengaruh.

Wanita yang minum lebih dari satu atau dua kali minuman manis setiap hari lebih mungkin didiagnosis menderita kanker usus, dibandingkan yang jarang minum manis.

Meskipun Anda konsumsi minuman manis menggunakan gula untuk menggantikan kopi, teh, susu semi krim atau susu murni justru berkaitan dengan risiko 17 hingga 36 persen lebih rendah dari diagnosis kanker usus sebelum usia 50 tahun.

Namun, studi observasional ini tidak bisa menemukan penyebabnya, hanya korelasi keduanya. Temuan ini juga tidak berlaku bagi pria atau kelompok etnis lainnya, karena sebagian besar peserta adalah wanita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Dikubur, Lelaki Ini Pilih Bekukan Jenazah Ibunya

Bukan Dikubur, Lelaki Ini Pilih Bekukan Jenazah Ibunya

Video | Kamis, 23 Desember 2021 | 11:05 WIB

Antioksidan Memang Penting untuk Kesehatan, tapi Bukan Berarti Risiko Penyakit Berkurang

Antioksidan Memang Penting untuk Kesehatan, tapi Bukan Berarti Risiko Penyakit Berkurang

Health | Kamis, 23 Desember 2021 | 06:20 WIB

Terlihat seperti Hamil 6 Bulan, Ternyata Wanita Ini Punya Kista Ovarium Berukuran Besar

Terlihat seperti Hamil 6 Bulan, Ternyata Wanita Ini Punya Kista Ovarium Berukuran Besar

Health | Rabu, 22 Desember 2021 | 17:46 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB