Rentan Terhadap Varian Omicron, Anak Usia 6-11 Tahun Harus Segera Divaksinasi Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 24 Desember 2021 | 14:15 WIB
Rentan Terhadap Varian Omicron, Anak Usia 6-11 Tahun Harus Segera Divaksinasi Covid-19
Vaksinasi massal pelajar usia 6-11 tahun di Kota Sawahlunto. [Dok.Istimewa]

Suara.com - Orangtua diingatkan untuk membawa anaknya yang berusia 6-11 tahun untuk segera mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Dokter spesialis anak sekaligus anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia KOMDA KIPI Mei Neni Sitaresmi mengatakan, anak-anak perlu mendapatkan vaksinasi. Karena jumlah anak usia sekolah yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia masih tercatat 10-12 persen. Artinya, lebih dari setengah juta anak positif Covid-19.

“Dan kalau kita lihat jumlah kematiannya, sampai saat ini mencapai lebih dari 1.000. Itu bukan jumlah yang sedikit,” kata Mei dalam Siaran Pers Forum Merdeka Barat 9
(FMB9)–KPCPEN, Jumat (24/12/2021).

Anak-anak juga perlu dilindungi dari paparan virus corona varian omicron yang kini telah masuk ke Indonesia. Mei menyebut bahwa anak-anak lebih rentan terhadap varian tersebut.

Seorang anak megikuti vaksinasi dengan sasaran anak usia 6-11 tahun di Kota CImahi, Selasa (21/12/2021). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]
Seorang anak megikuti vaksinasi dengan sasaran anak usia 6-11 tahun di Kota CImahi, Selasa (21/12/2021). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Mei juga mengingatkan, orangtua harus selalu mendampingi anak selama proses vaksinasi. Karena bukan hanya masalah kesehatan fisik, tapi bisa juga menimbulkan trauma bagi anak. 

“Gejala pada anak memang ringan, tapi harus diingat bahwa mereka bisa menjadi sumber penularan bagi sekitarnya, terutama, ya karena suatu sebab belum bisa divaksinasi,” tutur Mei. 

Karena anak-anak lebih mudah dijangkau, tambahnya, diharapkan cakupan vaksinasinya dapat mendorong segera tercapainya herd immunity dan pencegahan penularan lebih optimal. 

“Cakupan vaksin yang tinggi juga akan menunda terjadinya mutasi pada virus,” ujarnya

Kementerian Kesehatan telah menetapkan bahwa vaksin Covid-19 yang digunakan untuk anak 6-11 tahun yakni Sinovac. Mei menekankan bahwa jenis vaksin buatan China itu aman dan terbukti bisa mencegah sakit berat. Vaksin Sinovac juga sudah melalui uji klinis, direkomendasikan oleh BPOM, ITAGI, IDAI, serta dinyatakan halal oleh MUI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Pasien Varian Omicron Berisiko Kecil Jalani Rawat Inap di Rumah Sakit

Studi: Pasien Varian Omicron Berisiko Kecil Jalani Rawat Inap di Rumah Sakit

Health | Jum'at, 24 Desember 2021 | 13:54 WIB

Titi Kamal Perketat Prokes Cegah Virus Varian Omicron

Titi Kamal Perketat Prokes Cegah Virus Varian Omicron

Entertainment | Jum'at, 24 Desember 2021 | 13:09 WIB

Sakit Tenggorokan Biasa vs Varian Omicron, Ini Perbedaannya!

Sakit Tenggorokan Biasa vs Varian Omicron, Ini Perbedaannya!

Health | Jum'at, 24 Desember 2021 | 13:28 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB