Vaksin Sputnik V dan Booster Sputnik Light Efektif Lawan Varian Omicron

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 24 Desember 2021 | 16:31 WIB
Vaksin Sputnik V dan Booster Sputnik Light Efektif Lawan Varian Omicron
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Pexels)

Suara.com - Vaksin Sputnik V Rusia dan suntikan booster vaksin Sputnik Light menunjukkan aktivitas penetral virus (VNA) yang tinggi terhadap varian Omicron, yang sangat menular.

Menurut sebuah penelitian vaksin Sputnik ini bisa memberikan kekebalan yang kuat untuk mencegah infeksi parah dan rawat inap akibat varian Omicron.

Pusat Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya dan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), investor dalam vaksin Sputnik V dan Sputnik Light mengatkan kedua vaksin Sputnik ini mampu menginduksi respons antibodi penetral yang kuat terhadap B.1.1 .529 (varian Omicron).

Penelitian dilakukan dengan menggunakan serum dalam jangka waktu lama setelah vaksinasi (lebih dari 6 bulan setelah vaksinasi) sebagai indikator perlindungan jangka panjang Sputnik V.

Vaksin Sputnik V ini mampu merespons sel T yang kuat dan tahan lama. Karena, 80 persen epitop dalam protein lonjakan tidak terpengaruh oleh mutasi pada varian Omicron.

Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]
Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]

Kemudian dilansir dari India Today, vaksin Sputnik V ini diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang terhadap infeksi parah akibat varian Omicron.

Berdasarkan pernyataan perusahaan, kekebalan set-T oleh vaksin Sputnik V yang tahan lama berkontribusi pada tingkat kemanjuran 80 persen terhadap varian Delta sampai 6-8 bulan.

Sementara itu, Sputnik Light sebagai suntikan booster mampu meningkatkan aktivitas penetral virus terhadap varian Omicron secara signifikan.

Aktivitas penetralan virus terhadap varian Omicron setelah 2-3 bulan mendapatkan suntikan booster vaksin Sputnik Light ini lebih tinggi daripada VNA terhadap virus tipe liar 6 bulan setelah suntik vaksin Sputnik V.

Berdasarkan data ini, tingkat kemanjuran yang diharapkan dari vaksin Sputnik V dan suntikan booster vaksin Sputnik Light terhadap varian Omicron bisa lebih dari 80 persen.

Sedangkan, orang yang mendapatkan suntikan ulang vaksin Sputnik Light sebagai booster bisa mengembangkan antibodi penawar terhadap varian Omicron tingkat tinggi 2-3 bulan setelah vaksinasi ulang.

Suntikan booster Sputnik Light diharapkan dapat memberikan perlindungan yang kuat terhadap infeksi, penyakit parah dan rawat inap akibat varian Omicron.

Suntikan booster vaksin Sputnik Light direkomendasikan untuk memperkuat khasiat vaksin Covid-19 terhadap varian Omicron. Booster Sputnik Light ini dapat memperkuat dan memperpanjang kemanjuran sejumlah vaksin Covid-19 yang cepat menurun tingkat perlindungannya terhadap varian Delta dan Omicron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Omicron  Meningkatkan Risiko Penularan Covid-19 di Dalam Keluarga

Varian Omicron Meningkatkan Risiko Penularan Covid-19 di Dalam Keluarga

Health | Jum'at, 24 Desember 2021 | 16:04 WIB

Epidemiolog Sebut Satu Kasus Omicron Bisa Menular ke 40 Orang

Epidemiolog Sebut Satu Kasus Omicron Bisa Menular ke 40 Orang

Riau | Jum'at, 24 Desember 2021 | 15:52 WIB

Sering Mirip Penyakit Lain, Pakar IDI Ungkap Gejala Khas Pasien Omicron Saat Malam Hari

Sering Mirip Penyakit Lain, Pakar IDI Ungkap Gejala Khas Pasien Omicron Saat Malam Hari

Health | Jum'at, 24 Desember 2021 | 15:15 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB