Ngeri Banget, Studi Temukan Mikroplastik Berkaitan Dengan Penyakit Iritasi Usus

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 24 Desember 2021 | 17:06 WIB
Ngeri Banget, Studi Temukan Mikroplastik Berkaitan Dengan Penyakit Iritasi Usus
Ilustrasi Mikroplastik. [Shutterstock]

Suara.com - Kandungan mikroplastik yang ditemukan di berbagai tempat memunculkan kekhwaatiran masyarkat. Terabru, para peneliti di Universitas Sains Nanjing China telah membuat penemuan yang mengejutkan.

Peneliti menemukan bahwa orang dewasa dengan penyakit iritasi usus (IBD) memiliki 50 persen lebih banyak mikroplastik dalam tinja mereka daripada  yang tidak didiagnosis.

Studi baru memeriksa sampel tinja dari 52 orang dengan IBD – klasifikasi yang mencakup penyakit Crohn dan kolitis ulserativa – dan 50 orang tanpa IBD, semuanya dari berbagai wilayah di China.

Ilustrasi sakit perut, asam lambung, mulas, diare (Pixabay/derneuemann)
Ilustrasi sakit perut, asam lambung, mulas, diare (Pixabay/derneuemann)

Para peneliti menemukan bahwa sampel dari mereka yang menderita IBD mengandung partikel mikroplastik 1½ kali lebih banyak per gram daripada kelompok kontrol – melonjak dari 28 buah per gram menjadi 41,8.

Temuan mereka mengungkapkan hubungan antara mikroplastik dan IBD, meskipun masih belum pasti apakah mereka dapat menyebabkan penyakit atau memperburuk masalah yang sudah ada.

“Korelasi positif antara mikroplastik tinja dan status IBD menunjukkan bahwa paparan mikroplastik mungkin terkait dengan proses penyakit atau bahwa IBD memperburuk retensi mikroplastik,” tulis mereka.

“Penelanan mikroplastik oleh manusia tidak dapat dihindari karena mikroplastik ada di mana-mana dalam berbagai makanan dan air minum,” tambah laporan itu, yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology.

Saat ini, mikroplastik dapat ditemukan di setiap titik rantai makanan, dari perut ikan hingga botol bayi, dan di ujung lainnya dalam siklus yang berlanjut jauh sebelum plastik terurai.

Plastik yang dicatat dalam studi baru mungkin berasal dari berbagai sumber. Dari semua sampel, terdapat 15 jenis plastik yang berbeda dalam kotoran peserta, dengan polietilen tereftalat (PET) dan poliamida lebih umum dalam profil kimia.

Bagian dari keluarga poliester, PET adalah salah satu jenis yang paling banyak digunakan, ditemukan dalam serat pakaian, melapisi bagian dalam wadah makanan dan minuman, dan bentuk manufaktur lainnya.

Poliamida umumnya juga ditemukan di pakaian, pelapis, karpet, serat tali dan, terutama, jaring ikan — sumber polusi plastik yang sangat besar di lautan kita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fungsi Rongga Mulut Dalam Sistem Pencernaan Manusia hingga Makanan ke Usus Besar

Fungsi Rongga Mulut Dalam Sistem Pencernaan Manusia hingga Makanan ke Usus Besar

Jogja | Senin, 13 Desember 2021 | 12:33 WIB

Fungsi Sistem Pencernaan: Menerima Makanan Hingga Menyerap Zat Gizi

Fungsi Sistem Pencernaan: Menerima Makanan Hingga Menyerap Zat Gizi

Jogja | Senin, 13 Desember 2021 | 11:59 WIB

Hasil Survei: Karakteristik Sel Kanker Pada Pasien Kanker Usus Besar di Indonesia Beragam

Hasil Survei: Karakteristik Sel Kanker Pada Pasien Kanker Usus Besar di Indonesia Beragam

Health | Sabtu, 11 Desember 2021 | 19:16 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB