CDC Pangkas Waktu Karantina Jadi 5 Hari, Apa Alasannya?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 28 Desember 2021 | 15:30 WIB
CDC Pangkas Waktu Karantina Jadi 5 Hari, Apa Alasannya?
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah memangkas waktu karantiva Covid-19 dari 10 hari menjadi lima hari. Rekomendasi itu tertuang dalam pedoman terbaru mereka.

Pedoman tersebut mengikuti bukti bahwa orang dengan Covid-19 paling menular dalam dua hari sebelum dan tiga hari setelah mereka menunjukkan gejala.

Setelah periode isolasi yang direkomendasikan, orang harus memakai masker wajah setidaknya selama lima hari untuk 'meminimalkan risiko menulari orang lain', menurut CDC.

Selain itu, CDC memodifikasi kerangka waktu karantina untuk orang yang terpapar Covid-19 menjadi lima hari, dengan 'penggunaan masker yang ketat' setelahnya.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Orang yang terpapar tetapi sudah mendapat suntikan booster tidak perlu diisolasi tetapi dihimbau untuk memakai masker selama 10 hari.

Pedoman baru berusaha untuk menyeimbangkan 'apa yang kita ketahui tentang penyebaran virus dan perlindungan yang diberikan oleh vaksinasi dan dosis booster,' kata Direktur CDC Rochelle Walensky.

Ini adalah rekomendasi, bukan mandat, kepada pengusaha, pejabat negara bagian dan lokal.

Walensky mengatakan varian Omicron menyebar dengan cepat di AS dan jumlah kasus Covid-19 akan terus bertambah.

“Tidak semua kasus itu akan menjadi parah. Bahkan banyak yang tidak menunjukkan gejala,” katanya.

'Kami ingin memastikan ada mekanisme yang dengannya kami dapat terus menjaga masyarakat tetap berfungsi dengan aman sambil mengikuti sains.'

Pekan lalu, CDC melonggarkan panduannya kepada petugas kesehatan yang mengatakan mereka harus menjauh dari pekerjaan selama 10 hari jika mereka dinyatakan positif.

Mereka sekarang diizinkan untuk kembali bekerja setelah tujuh hari jika mereka memiliki hasil tes negatif dan tidak memiliki gejala. Sementara itu, waktu isolasi dapat dikurangi menjadi lima hari atau kurang jika ada kekurangan staf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko PMK Sebut Kasus Positif Covid-19 dalam Dua Minggu Terakhir Semakin Turun

Menko PMK Sebut Kasus Positif Covid-19 dalam Dua Minggu Terakhir Semakin Turun

News | Selasa, 28 Desember 2021 | 14:57 WIB

Kronologi Satgas Evakuasi Pasien Omicron di Apartemen Green Bay

Kronologi Satgas Evakuasi Pasien Omicron di Apartemen Green Bay

News | Selasa, 28 Desember 2021 | 14:54 WIB

INFOGRAFIS: 3 Kelompok WNI Yang Dapat Fasilitas Karantina Pemerintah

INFOGRAFIS: 3 Kelompok WNI Yang Dapat Fasilitas Karantina Pemerintah

Infografis | Selasa, 28 Desember 2021 | 14:30 WIB

Terkini

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB