Pemain Timnas Indonesia Cuma Diberi Nasi Kotak, Dokter Buka Suara Soal Kecukupan Gizi

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 29 Desember 2021 | 14:24 WIB
Pemain Timnas Indonesia Cuma Diberi Nasi Kotak, Dokter Buka Suara Soal Kecukupan Gizi
Para pemain Timnas Indonesia merayakan gol ke gawang Singapura pada laga leg kedua semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu (25/12/2021) malam WIB, [Roslan RAHMAN / AFP]

Suara.com - Pelatih Timnas sepakbola Indonesia Shin Tae-yong mengkritik panitia turnamen AFF 2020 yang memberi makan para atlet dengan nasi kotak. Pelatih asal Korea Selatan itu khawatir kalau asupan makanan tersebut tidak cukup bergizi bagi para pemain Timnas Indonesia untuk bertanding.

"Saya mencoba menanamkan gaya bertarung pada sepakbola Indonesia. Sayangnya, di turnamen ini kami hanya makan nasi kotak," kata Shin Tae-yong saat diwawancara media Korea Selatan, The JongAng, pada Senin (27/12/2021).

Selama turnamen perebutan piala AFF 2020 di Singapura, skuad Garuda memang sering kali bertanding dengan strategi menyerang sejak menit awal. Hal itu tentu memaksa fisik pemain tetap bugar.

Bahkan saat pertandingan leg kedua melawan Singapura beberapa hari lalu, Witan Sulaeman dan kawan-kawan bertanding selama 120 menit, karena harus extra time akibat skor imbang.

Dokter spesialis keolahragaan dr. Andhika Raspati, Sp.KO. mengatakan bahwa di tengah jadwal pertandingan turnamen AFF yang padat, asupan nutrisi atlet semakin penting agar energinya tercukupi.

"Kalau kita bicara AFF ini, lumayan padat pertandingannya, kayak kemarin cuma selang 3 hari, 4 hari, bertanding lagi. Pastikan anak-anak juga pada all out untuk bisa menjuarai AFF. Nah, kalau mereka asupan energinya tidak terpenuhi atau proteinnya tidak terpenuhi, gimana bisa mereka bertanding dengan baik," kata dokter yang biasa disapa Dhika tersebut, saat dihubungi suara.com, Rabu (29/12/2021).

Bukan hanya terkait kandungan gizi pada makanannya, tapi jumlah dan cara penyajian makanan yang diberikan kepada atlet juga sangat penting diperhatikan. Sebab, kata dokter Dhika, asupan nutrisi hingga jumlah kalori untuk makanan atlet sangat individual, meski mereka bermain dalam satu tim pada turnamen yang sama.

"Karena satu orang dengan orang yang lain, meskipun bermain dalam satu tim, tapi ukuran badannya beda. Yang satu lebih bongsor atau lebih kecil itu pasti akan nggak sama kebutuhan kalori, protein, kebutuhan karbo," paparnya.

Selain dari bobot tubuh, potensi lama bertanding pada atlet sepak bola juga sangat menentukan asupan gizi yang dibutuhkannya.

Dokter Dhika mencontohkan, pemain utama yang biasanya bertanding lebih lama di lapangan tentu membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan dengan pemain cadangan.

"Memang yang jadi masalah kalau nasi kotak itu cenderung sama buat setiap orang. Berarti disamain, mau itu pemain yang badannya besar, mau pemain yang badannya kecil, mau pemain yang menit bermainnya banyak. Padahal tingkat physical activity orang, kemudian body size berbeda dan butuh kalori yang juga berbeda. Juga butuh takaran gizi yang nggak sama. Mungkin itu yang bisa jadi challenge," paparnya.

Akan berbeda jika makanan disajikan secara prasmanan. Menurut dokter Dhika, cara tersebut masih memungkinkan atlet makan sesuai dengan kebutuhan badannya.

"Tentukan kalau body gede, main banyak, makan bisa ngambil karbonya lebih banyak atau protein lebih banyak. Kalau nasi kotak nggak bisa, susah mau mengatur takaran gizi kayak gitu," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Foto Ketum PSSI Terpampang di Poster Timnas, Banjir Komentar Kocak Warganet

Viral Foto Ketum PSSI Terpampang di Poster Timnas, Banjir Komentar Kocak Warganet

Hits | Rabu, 29 Desember 2021 | 14:10 WIB

Kisah Piala AFF 2020 Jadi Turnamen 'Terpanjang' di Dunia Sepanjang Sejarah

Kisah Piala AFF 2020 Jadi Turnamen 'Terpanjang' di Dunia Sepanjang Sejarah

Surakarta | Rabu, 29 Desember 2021 | 14:08 WIB

Pengamat Sepakbola Thailand Dibikin Pusing Shin Tae-yong, Begini Ceritanya

Pengamat Sepakbola Thailand Dibikin Pusing Shin Tae-yong, Begini Ceritanya

Kalbar | Rabu, 29 Desember 2021 | 14:06 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB