facebook

Temuan Baru, Protein Susu dan Benadryl Bisa Bantu Lawan Virus Corona Covid-19

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Temuan Baru, Protein Susu dan Benadryl Bisa Bantu Lawan Virus Corona Covid-19
Ilustrasi obat Benadryl (Pexels)

Gabungan antara obat Benadryl dan protein susu bisa membantu melawan infeksi virus corona Covid-19.

Suara.com - Para peneliti mungkin masih dalam tahap awal menemukan strategi yang efektif untuk menghambat virus corona Covid-19.

Sebuah penelitian baru-baru ini oleh David A. Ostrov, Ph.D., dari University of Florida, diterbitkan di Pathogens, menemukan cara terbaru untuk mengatasi infeksi virus corona Covd-19.

Mereka menemukan bahwa menggabungkan diphenhydramine, antihistamin Benadryl yang digunakan untuk gejala alergi dan laktoferin, protein yang ditemukan dalam susu sapi dan manusia mampu mengurangi replikasi virus corona Covid-19. sebesar 99 persen dalam tes laboratorium pada paru-paru manusia dan monyet.

"Kami menemukan penyebab obat-obatan tertentu aktif melawan virus corona Covid-19," kata Ostrov dikutip dari Fox News.

Baca Juga: Bertambah 21 Kasus, Sudah 68 Orang di Indonesia Terpapar Varian Omicron

Kemudian, kami menemukan kombinasi antivirus yang efektif, ekonomis, dan memiliki sejarah keamanan yang panjang.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Kunci dari temuan tim peneliti adalah fokus pada reseptor sigma, yang merupakan protein yang diekspresikan dalam sel manusia.

Virus corona Covid-19 mmempengaruhi respons stres tubuh, termasuk reseptor ini sheingga bisa bereplikasi di dalam inangnya. Jadi, para ahli berpendapat mengganggu proses replikasi itu emnjadi kunci untuk mengahambat potensi virus corona menyebabkan infeksi parah.

“Kami tahu mekanisme terperinci tentang bagaimana obat-obatan tertentu menghambat infeksi SARS-CoV-2,” kata Ostrov.

Namun, penelitian ini masih awal dan Ostrov telah memperingatkan semua orang agar tidak sembarang menggunakan obat ini sendiri tanpa resep dokter sebagai cara pencegahan infeksi virus corona.

Baca Juga: FDA: Tes Antigen Kurang Efektif Untuk Deteksi Varian Omicron

Karena, laktoferin memang tersedia bebas untuk mengobati tukak lambung dan usus tetapi sedikit berbeda dari jenis laktoferin yang digunakan dalam penelitian tersebut.

Komentar