facebook

Punya Kulit Ruam Begini, Waspadai Gejala Varian Omicron

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Punya Kulit Ruam Begini, Waspadai Gejala Varian Omicron
Ilustrasi ruam. (Shutterstock)

Dalam sepekan terakhir, jumlah kasus Covid-19 telah naik hingga 11 persen di seluruh dunia, sehingga negara-negara dunia terpaksa melakukan pembatasan.

Suara.com - Sejak varian omicron ditemukan di Afrika Selatan, virus ini terus menyebar luas bahkan ke Indonesia. Varian omicron disebut lebih menular hingga WHO menyebut bisa menimbulkan risiko dan membanjiri sistem perawatan kesehatan.

Dalam sepekan terakhir, jumlah kasus Covid-19 telah naik hingga 11 persen di seluruh dunia, sehingga negara-negara dunia terpaksa melakukan pembatasan.

Gejala yang dialami oleh mereka yang tertuar omicron antara lain demam ringan, tenggorokan gatal, pilek, bersin, nyeri tubuh, kelelahan, keringat malam. Tapi, seperti dilansir dari Times Of India,  varian Omicron disebut dapat menyebabkan gejala pada kulit.

Infeksi tersebut menimbulkan ruam di bagian kulit. Kulit ruam sering dikaitkan dengan Covid-19. Bahkan studi sebelumnya menunjukkan, ruam bisa menjadi tanda peradangan yang dipicu oleh virus SARs-COV-2 tersebut.

Baca Juga: Warga Surabaya Pasien Covid-19 Omicron Pertama Sebelumnya Berlibur di Bali

Omicron. (Dok. Envato)
Omicron. (Dok. Envato)

Bila mengalami gejala kulit lainnya seperti chilblain, di mana gejala tersebut dilaporkan pada pasien yang terinfeksi virus Covid-19, ini dapat menyebabkan benjolan merah dan ungu pada bagian jari tangan dan kaki. Sehingga pasien dapat menyebabkan rasa sakit dan juga gatal.

Selain itu, menurut aplikasi Symptoms Study, ada dua jenis ruam yang dikaitkan dengan pasien Covid+, yaitu ruam jenis gatal-gatal dan ruam jenis biang keringat. Sementara itu, ruam yang sering muncul adalah bentuk benjolan. Walau cepat memudar, benjolan merah ini terjadi di bagian tubuh, siku, lutut, punggung tangan serta kaki.

Karena itu, bila mengalami gejala ruam ini, ada baiknya segera lakukan tes Covid-19 dan tetap lakukan isolasi mandiri sampai hasil dilaporkan negatif.

Tetapi bila hasilnya positif, disarankan jangan panik. Tetap lanjutkan isolasi mandiri dan pantau gejala Anda secara teratur. Bila mengalami kesulitan bernapas, timbul sesak napas dan nyeri dada, siapkan oksimeter untuk memeriksa kadar oksigen Anda.

Baca Juga: Ada Antibodi yang Diduga Bisa Menetralkan Semua Jenis Virus Corona, Termasuk Omicron

Komentar