facebook

Meksiko Izinkan Penggunaan Dua Obat COVID-19, Molnupiravir dan Paxlovid

M. Reza Sulaiman
Meksiko Izinkan Penggunaan Dua Obat COVID-19, Molnupiravir dan Paxlovid
Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)

Pemerintah Meksiko akan mengizinkan dua obat COVID-19 untuk digunakan secara darurat, di tengah peningkatan kasus COVID-19.

Suara.com - Pemerintah Meksiko akan mengizinkan dua obat COVID-19 untuk digunakan secara darurat, di tengah peningkatan kasus COVID-19.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan izin penggunaan pil COVID-19 Molnupiravir buatan Merck untuk keadaan darurat diberikan pada jumat (7/1/2021).

Mengutip ANTARA, regulator kesehatan Meksiko, COFEPRIS, membenarkan persetujuan itu dalam pernyataan di hari berikutnya.

COFEPRIS juga diperkirakan akan segera menyetujui pil Paxlovid buatan Pfizer untuk mengobati COVID-19, tambah Lopez Obrador dalam konferensi pers rutin.

Baca Juga: Ngeri, 10 Mayat Ditemukan di Dalam Mobil Dekat Kantor Gubernur Meksiko

Ilustrasi Molnupiravir. [Handout/Merck & Co,Inc./AFP]
Ilustrasi Molnupiravir. [Handout/Merck & Co,Inc./AFP]

Kedua obat itu disetujui bulan lalu di Amerika Serikat.

Molnupiravir dikembangkan oleh Rigdeback Biotherapeutics dan ditunjukkan untuk mengurangi rawat inap dan kematian sekitar 30 persen dalam sebuah percobaan klinis terhadap pasien yang berisiko tinggi dalam tahap awal penyakit.

Lopez Obrador mengatakan ia berencana untuk membuat kedua obat itu tersedia di rumah sakit umum.

Update Covid-19 Global

Update Covid-19 global hari ini menunjukan dunia yang pecah rekor tembus 300 juta kasus, bersamaan varian Omicron yang terus menyebar nyaris di seluruh negara.

Baca Juga: Begini Tanggapan Pasien Pertama yang Menerima Obat Covid-19 Paxlovid

Hari ini saja, Sabtu (8/1/2022) data Worldometers, menunjukan ada 2,6 juta kasus baru, atau orang yang baru dinyatakan terinfeksi Covid-19. Sehingga total ada 303 juta kasus di seluruh dunia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar