Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Chili Berencana Suntikkan Booster Dosis Keempat

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Selasa, 11 Januari 2022 | 13:30 WIB
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Chili Berencana Suntikkan Booster Dosis Keempat
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Kasus virus corona di berbagai negara hingga kini masih terus meninggkat. Hal itu menjadi kekhawatiran sejumlah pengambil kebijakan untuk memberikan booster vaksin Covid-19.

Bahkan, Chili berencana memberikan booster vaksin Covid-19 dosis keempat. ditambah adanya varian Omicron yang menyebar, negara Chili lakukan vaksin booster keempat.

Hal itu dilakukan mengingat kasus Covid-19 masih terus meningkat. Di samping itu, Presiden Sebastian Pinera mengatakan pada Senin (10/1/2022), vaksin keempat awalnya diterima oleh dua orang dewasa yang mengalami masalah imunosupresi saat dirawat di rumah sakit Santiago.

Karena itu, Chili berencana untuk memberikan dosis keempat lebih awal di mana infeksi harian berjumlah 4.000 kasus, kini meningkat menjadi 10.000 atau lebih.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Mengutip Medical Express, vaksin dosis keempat untuk orang imunosupresi akan berakhir pada 7 Februari nanti. Kemudian, program vaksinasi akan beralih pada kelompok usia di atas 55 tahun yang telah mendapatkan dosis ketiga.

Chili yang berpenduduk sekitar 19 juta orang telah merencanakan untuk melakukan vaksin dosis keempat pada bulan Februari. Dan peningkatan infeksi yang semakin naik ini, beberapa negara tetangga seperti Argentina, Bolivia, dan Peru perlu kontribusi untuk memajukan proses vaksinasi tersebut.

Di sisi lain, Israel juga telah menyetujui dosis vaksin keempat untuk orang yang rentan dengan Covid-19. Kata Pejabat setempat pada 30 Desember lalu, negara itu menjadi salah satu negara pertama yang melakukan vaksinasi keempat, dikarenakan gelombang infeksi yang meningkat didominasi oleh varian Omicron.

Diberitakan sebelumnya oleh Newsweek, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel, Nachman Ash mengatakan, keputusan diberlakukannya vaksinasi keempat didasarkan bagi kelompok lanjut usia atau orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah Pusat Medis Sheba mengatakan telah memulai studi keefektifan dosis keempat, di mana 150 petugas kesehatan telah menerima dosis itu pada Senin (10/1/2022).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Booster Vaksin Covid-19 yang Telah Dizinkan BPOM, Cek Tingkat Antibodi dan Efek Samping

5 Booster Vaksin Covid-19 yang Telah Dizinkan BPOM, Cek Tingkat Antibodi dan Efek Samping

Health | Selasa, 11 Januari 2022 | 12:55 WIB

Pemerintah Siapkan 4 Jenis Vaksin Booster Mulai Rabu Besok

Pemerintah Siapkan 4 Jenis Vaksin Booster Mulai Rabu Besok

Bisnis | Selasa, 11 Januari 2022 | 10:53 WIB

Bos Pfizer Targetkan Produksi Vaksin Untuk Varian Omicron Tersedia Di Maret 2022

Bos Pfizer Targetkan Produksi Vaksin Untuk Varian Omicron Tersedia Di Maret 2022

Bisnis | Selasa, 11 Januari 2022 | 08:13 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB