facebook

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Chili Berencana Suntikkan Booster Dosis Keempat

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Chili Berencana Suntikkan Booster Dosis Keempat
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Karena itu, Chili berencana untuk memberikan dosis keempat lebih awal di mana infeksi harian berjumlah 4.000 kasus, kini meningkat menjadi 10.000 atau lebih.

Suara.com - Kasus virus corona di berbagai negara hingga kini masih terus meninggkat. Hal itu menjadi kekhawatiran sejumlah pengambil kebijakan untuk memberikan booster vaksin Covid-19.

Bahkan, Chili berencana memberikan booster vaksin Covid-19 dosis keempat. ditambah adanya varian Omicron yang menyebar, negara Chili lakukan vaksin booster keempat.

Hal itu dilakukan mengingat kasus Covid-19 masih terus meningkat. Di samping itu, Presiden Sebastian Pinera mengatakan pada Senin (10/1/2022), vaksin keempat awalnya diterima oleh dua orang dewasa yang mengalami masalah imunosupresi saat dirawat di rumah sakit Santiago.

Karena itu, Chili berencana untuk memberikan dosis keempat lebih awal di mana infeksi harian berjumlah 4.000 kasus, kini meningkat menjadi 10.000 atau lebih.

Baca Juga: India Berikan Vaksin Booster, Khusus Tenaga Kesehatan dan Lansia?

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Mengutip Medical Express, vaksin dosis keempat untuk orang imunosupresi akan berakhir pada 7 Februari nanti. Kemudian, program vaksinasi akan beralih pada kelompok usia di atas 55 tahun yang telah mendapatkan dosis ketiga.

Chili yang berpenduduk sekitar 19 juta orang telah merencanakan untuk melakukan vaksin dosis keempat pada bulan Februari. Dan peningkatan infeksi yang semakin naik ini, beberapa negara tetangga seperti Argentina, Bolivia, dan Peru perlu kontribusi untuk memajukan proses vaksinasi tersebut.

Di sisi lain, Israel juga telah menyetujui dosis vaksin keempat untuk orang yang rentan dengan Covid-19. Kata Pejabat setempat pada 30 Desember lalu, negara itu menjadi salah satu negara pertama yang melakukan vaksinasi keempat, dikarenakan gelombang infeksi yang meningkat didominasi oleh varian Omicron.

Diberitakan sebelumnya oleh Newsweek, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel, Nachman Ash mengatakan, keputusan diberlakukannya vaksinasi keempat didasarkan bagi kelompok lanjut usia atau orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah Pusat Medis Sheba mengatakan telah memulai studi keefektifan dosis keempat, di mana 150 petugas kesehatan telah menerima dosis itu pada Senin (10/1/2022).

Baca Juga: Vaksin Booster untuk Masyarakat, Kemenkes Ungkap Pola Distribusinya

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar