India Berikan Vaksin Booster, Khusus Tenaga Kesehatan dan Lansia?

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Selasa, 11 Januari 2022 | 03:05 WIB
India Berikan Vaksin Booster, Khusus Tenaga Kesehatan dan Lansia?
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Vaksin booster menjadi salah satu strategi negara-negara di dunia untuk menangkal penyebaran varian Omicron, termasuk India.

Di India, vaksin booster baru akan diberikan bagi pekerja di lini depan dan lansia yang rentan. Penyebaran varian Omicron yang cepat telah memicu lonjakan kasus baru hingga delapan kali lipat sejak awal tahun.

India pada Senin melaporkan 179.723 kasus baru, sebagian besar berada di kota-kota terbesar –Delhi, Mumbai dan Kalkuta– di mana Omicron telah menggeser dominasi Delta.

Ada 146 kematian yang tercatat pada Senin sehingga total angka kematian di negara itu mencapai 483.936 sejak pandemi melanda pada awal 2020.

Ilustrasi Penerima Vaksin Booster Gratis (Freepik)
Ilustrasi Penerima Vaksin Booster Gratis (Freepik)

Angka itu membuat India menjadi negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Brasil yang memiliki kematian akibat COVID-19 tertinggi di dunia.

Dalam beberapa hari terakhir, ratusan pekerja kesehatan dan layanan publik, termasuk polisi, telah terinfeksi virus corona.

Beberapa media melaporkan ratusan staf parlemen positif terkena COVID-19 jelang sidang soal anggaran pada 1 Februari.

Menghadapi gelombang ketiga wabah tersebut, pemerintah mengirimkan pengingat booster kepada lebih dari 10 juta warga yang menerima dosis kedua vaksin Covaxin atau Covishield sembilan bulan lalu.

Tidak seperti banyak negara lain, India tidak menggunakan kombinasi vaksin yang berbeda.

Baca Juga: Indonesia Peringkat ke-4 Cakupan Vaksinasi Terbanyak di Dunia, Lampaui Brasil

Hanya petugas kesehatan, pekerja layanan publik dan penduduk berusia 60 tahun ke atas dengan gangguan kesehatan yang berhak menerima "dosis pencegahan"--menurut istilah pemerintah.

"Pemerintah berkomitmen untuk memberikan perlindungan tambahan kepada petugas medis dan lini depan sebagai prioritas," kata Menteri Kesehatan Mansukh Mandaviya di Twitter.

Meskipun kasus meningkat, lima negara bagian, termasuk Uttar Pradesh yang terpadat penduduknya, akan menggelar pemilihan umum mulai 10 Februari.

Pihak berwenang telah melarang partai-partai politik melakukan rapat umum setidaknya hingga pertengahan bulan ini.

India sejauh ini telah memberikan 1,5 miliar dosis vaksin kepada penduduknya. Sekitar 67 persen dari 939 juta populasi negara itu telah menerima dosis lengkap.

Jumlah tes COVID-19 di India sekitar 1,5 juta per hari, masih di bawah kapasitas 2 juta lebih.

Selama pandemi, India telah melaporkan 35,7 juta kasus COVID-19, tertinggi di dunia setelah AS.

Sejumlah pejabat pemerintah secara pribadi mengatakan mereka bekerja dengan asumsi yang ditetapkan pada Mei lalu bahwa kasus harian akan melewati rekor lebih dari 414.000.

Asumsi itu didasarkan pada pengalaman negara lain seperti AS, di mana jumlah kasus harian telah melampaui angka 1 juta kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI