Mengapa Ada Orang Diserang Mulas Sampai Diare Akibat Intolerasi Laktosa?

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Sabtu, 15 Januari 2022 | 14:10 WIB
Mengapa Ada Orang Diserang Mulas Sampai Diare Akibat Intolerasi Laktosa?
Ilustrasi sakit perut intoleransi laktosa (Freepik)

Suara.com - Perasaan mulas hingga menyebabkan diare merupakan salah satu gejala yang dirasakan oleh seseorang yang mengalami intoleransi laktosa.

Itu juga yang membuat para beberapa orang, malas mengonsumsi susu sapi meski dikenal kaya nutrisi.

Ahli Gizi Dr Arif Sabta Aji menjelaskan, intoleransi laktosa merupakan ketidakmampuan tubuh memproses laktosa yang ada pada kandungan susu sapi. Intoleransi itu terjadi karena tubuh kekurangan enzim laktose yang berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

"Efeknya biasanya sakit perut hingga diare dalam waktu 30 menit sampai 2 jam setelah minum susu," kata dokter Arif dalam webinar #BeraniMinumSusu bersama MilkLife Bebas Laktosa, Kamis (13/1/2022).

Tapi, apa sebenarnya laktosa dan apa manfaatnya bagi tubuh?

Arif menjelaskan, laktosa merupakan salah satu jenis karbohidrat yang secara alami terkandung dalam susu sapi.

Saat masuk ke dalam tubuh, laktosa perlu diproses oleh enzim laktose agar bisa diubah menjadi glukosa dan galaktosa, sumber energi juga sistem metabolisme.

"Problemnya bukan di susu, tapi pada tubuh kita karena tidak cukup memiliki enzim laktose. Sebetulnya laktosa itu bukan produk berbahaya, kita saja yang tidak punya reseptornya," jelas dokter Arif.

Menurutnya, intoleransi laktosa lebih banyak dialami oleh orang Asia, termasuk Indonesia, dibandingkan etnis Eropa.

"Itu kelainan dari kita yang lahir di Asia, karena memang dari segi budaya dan perut kita bukan peminum susu. Beda dengan orang Eropa, mereka banyak sekali terpapar dengan konsumsi susu," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Hadir! Pilihan Susu Rasa Kopi Khusus Pengidap Intoleransi Laktosa

Sudah Hadir! Pilihan Susu Rasa Kopi Khusus Pengidap Intoleransi Laktosa

Health | Kamis, 13 Januari 2022 | 22:17 WIB

Terungkap, Ini Sebab Konsumsi Susu Sapi Masyarakat Indonesia Masih Rendah

Terungkap, Ini Sebab Konsumsi Susu Sapi Masyarakat Indonesia Masih Rendah

Health | Kamis, 13 Januari 2022 | 14:10 WIB

Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Beda Intoleransi Laktosa  dengan Alergi Susu

Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Beda Intoleransi Laktosa dengan Alergi Susu

Health | Kamis, 13 Januari 2022 | 12:50 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB