facebook

Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Beda Intoleransi Laktosa dengan Alergi Susu

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Beda Intoleransi Laktosa  dengan Alergi Susu
Ilustrasi susu (Pixabay/Couleur)

Padahal alergi susu dan intoleransi laktosa merupakan dua gangguan kesehatan yang berbeda, meski penyebabnya bisa sama-sama karena susu sapi.

Suara.com - Kebanyakan orang di Asia, termasuk Indonesia, dikenal tidak bisa konsumsi susu sapi karena mengalami intoleransi laktosa. Kondisi tersebut sering disalahartikan dengan alergi susu

Padahal alergi susu dan intoleransi laktosa merupakan dua gangguan kesehatan yang berbeda, meski penyebabnya bisa sama-sama karena susu sapi. 

"Perbedaan nyata dari alergi susu dan intoleransi laktosa yaitu dari respon tubuh," kata Ahli Gizi Dr Arif Sabta Aji dalam webinar #BeraniMinumSusu bersama Milklife Bebas Laktosa, Kamis (13/1/2022). 

Ia menjelaskan, gangguan intoleransi laktosa terjadi akibat enzim laktase pada tubuh tidak cukup untuk mengonversi laktosa dari susu sapi untuk diubah dalam bentuk sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa dalam saluran cerna.

Baca Juga: 9 Makanan Ibu Hamil, Butuh Asupan Daging hingga Kacang-kacangan

"Sayangnya, itu nggak bisa dimodifikasi. Makanya kenapa masyarakat Indonesia salah satunya rendah konsumsi susu. Karena minum susu sedikit saja timbul efek seperti diare dan sebagainya," ucap dokter Arif.

Ilustrasi Susu (Pixabay)
Ilustrasi Susu (Pixabay)

Sedangkan alergi susu disebabkan respon sistem imun yang berlebihan terhadap protein susu sapi. Efek dan gejala yang ditimbulkan juga tidak hanya terjadi pada sistem pencernaan. 

Gejalanya hampir serupa dengan alergi pada umumnya. Seperti, muncul ruam di kulit juga gatal-gatal. Sedangkan intoleransi laktosa hanya bermasalah pada saluran pencernaan.

Perbedaan lainnya, alergi susu sapi masih bisa diobati dan disembuhkan. Seiring bertambah usia, alergi juga bisa hilang.

"Sehingga alergi susu lebih sering ditemukan saat fase anak-anak. Karena dia masih mengalami perkembangan dan sistem imunnya juga masih berkembang. Ketika sudah beranjak dewasa, lama kelamaan tidak mengalami alergi susu," jelasnya.

Baca Juga: Viral Keluhan Warga Risih Baca Nama Kedai Tahu Susu, Keluhannya Tuai Perdebatan

Menurut dokter Arif, masyarakat perlu mengetahui perbedaan alergi susu dengan intoletansi laktosa. Agar tidak keliru dalam cara penanganannya.

Komentar