Vitamin D Cukup Bisa Lindungi Diri dari Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 16 Januari 2022 | 13:15 WIB
Vitamin D Cukup Bisa Lindungi Diri dari Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya!
Vitamin D (Pixabay/stevepb)

Suara.com - Banyak ahli telah merekomendasikan vitamin D sebagai pengobatan pencegahan untuk infeksi virus corona Covid-19.

Vitamin D diproduksi di dalam tubuh ketika kulit terpapar sinar matahari. Jika Anda lebih sering berada di dalam ruangan, maka tubuh Anda mungkin kekurangan vitamin D.

Sedangkan, asupan dan jumlah vitamin D yang cukup sangat diperlukan untuk melindungi diri selama lonjakan virus corona Covid-19.

Meskipun tidak ada bukti langsung mengenai efek vitamin D dalam pengobatan virus corona Covid-19. Tetapi, perannya cukup membantu mengendalikan peradangan.

Karena itu, para ahli menyebutnya sebaagai pengobatan pencegahan. Sebab, virus corona Covid-19 bisa menyebabkan miokarditis trombosis mikrovaskular, dan badai sitokin yang melibatkan peradangan.

Ilustrasi Vitamin D (Elements Envato)
Ilustrasi Vitamin D (Elements Envato)

Peran utama vitamin D adalah meningkatkan kekebalan dan meredakan peradangan. Sehingga, para ahli menyarankan semua orang untuk meningkatkan assupan vitamin D guna mencegah virus corona Covid-19.

Rendahnya tingkat vitamin D telah dikaitkan dengan peningkatan sitokin inflamasi.

"Vitamin D memang bisa mengurangi infeksi parah virus corona terkait pneumonia/ARDS, peradangan, sitokin inflamasi, dan trombosis. Maka, suplemen akan menawarkan pilihan yang relatif mudah untuk mengurangi dampak pandemi," kata peneliti di University of Minnesota, Minneapolis, AS dikutip dari Times of India.

Kadar vitamin D yang rendah bisa mengakibatkan peningkatan sitokin inflamasi, peningkatan risiko pneumonia dan infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan virus corona Covid-19.

baca juga

Orang yang kekurangan vitamin D juga bisa mengalami peningkatan trombotik. Umumnya, kekurangan vitamin D lebih sering dialami pasien obesitas dan diabetes. Kondisi inilah yang meningkatkan risiko kematian pasien virus corona.

Studi mengenai flu musiman yang disebabkan oleh H1N1 oleh Harvard School of Public Health menemukan suplementasi vitamin D menurunkan kemungkinan pasien mengembangkan saluran pernapasan akut sebesar 12 hingga 75 persen.

"Efek menguntungkan dari vitamin D ini terlihat pada pasien di segala usia dan orang yang menderita penyakit kronis," jelasnya.

Di antara mereka yang terinfeksi, vitamin D yang cukup ini membantu mereka mengalami gejala flu lebih ringan dan pemulihan yang lebih baik.

Manfaatnya relatif lebih besar pada individu dengan kekurangan vitamin D dibandingkan mereka yang memiliki kadar vitamin D cukup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Virus Corona Covid-19, Ini 5 Makanan yang Bisa Picu Parosmia!

Gejala Virus Corona Covid-19, Ini 5 Makanan yang Bisa Picu Parosmia!

Health | Minggu, 16 Januari 2022 | 11:04 WIB

Gejala Varian Omicron, Waspadai Kondisi Ini ketika Bangun Tidur!

Gejala Varian Omicron, Waspadai Kondisi Ini ketika Bangun Tidur!

Health | Kamis, 13 Januari 2022 | 21:42 WIB

Ahli: Semprotan Hidung Mampu Tangkal Virus Corona Covid-19 hingga 8 Jam

Ahli: Semprotan Hidung Mampu Tangkal Virus Corona Covid-19 hingga 8 Jam

Health | Kamis, 13 Januari 2022 | 20:45 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB